DASAR SISTEM KOMPUTER
Komponen
dasar komputer dibagi menjadi beberapabagian seperti :
1. Bit
dan informasi
Sejak diciptakan pertama kali komputer bekerja atas
sistem biner (ditambah sistem Octal 8
digit 0-7 dan heksa desimal 16 digit 0-9 & A-F). Sistem biner yaitu
bilangan yang hanya mengenal 2 macam angka yang disebut dengan istilah Bit
(binary digit) berupa 0 dan 1, hanya dengan 2 kemungkinan inilah komputer dapat
menyajikan informasi yang begitu berguna bagi peradaban manusia.
Bit-bit dapat digunakan untuk menyusun karakter
komputer, yakni :
·
Huruf, contoh A
dan Z
·
Digit, contoh 0,
2 dan 9
·
Tanda + serta
& dan simbol β
2. Satuan
Data
Satuan atau unit yang menandakan entitas dan
digunakan dalam pengukuran besaran.
Contoh satuan data:

3. Satuan
Waktu dan Frekuensi
·
Satuan waktu
kecepatan komputer dalam memproses sebuah data dalam
detik.

·
Satuan Frekuensi
Frekuensi diukur dengan satuan hertz. Frekuensi
berarti jumlah siklus dalam 1 detik. 1 Hertz berarti dalam satu detik terbentuk
sebuah siklus. Ukuran frekuensi yang lebih besar adalah kilohertz, megahertz,
dan gigahertz. 1 kilohertz (KHz) = 1000 Hertz (Hz), 1 megahertz (MHz) = 1000
kilohertz, dan 1 gigahertz (GHz) = 1000 megahertz.
4. Sistem
Pengkodean Karakter
·
ASCII singkatan
dari American Standard Code for Information Interchange. Standard di kembangkan
oleh ANSI (American National Standards Institute), pada awalnya standard ini
menggunakan 7 bit untuk menyatakan sebuah kode. Dengan karakter yang tersedia
huruf A – Z dan a – z, digit 0 – 9 dan sejumlah simbol * dan +, kemudian
berkembang menjadi 8 bit dengan tambahan
sejumlah simbol yunani dan karakter grafis.
·
EBCDIC (Extended
Binary Coded Decimal Interchange Code) merupakan standar yang dibuat oleh IBM
pada tahun 1950-an dan menggunakan 8 bit untuk setiap kodenya.
·
UNICODE ini
merupakan standard lebih baru dibandingkan dengan 2 di atas, Pada standard ini
sebuah karakter dinyatakan dengan 16 bit alhasil standard ini mencakup 65.536
karakter, dengan cara ini berbagai simbol dalam bahasa seperti Arab dan China
bisa di tampung.
5. Konversi
Sistem Biner dan Sistem Desimal
Sistem bilangan biner
sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua
simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried
Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua
sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya
ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut
dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer
selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte
= 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code
for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.
20=1
21=2
22=4
23=8
24=16
25=32
26=64
Sistem bilangan desimal
sistem bilangan yang menggunakan 10 macam angka dari
0,1, sampai 9. Setelah angka 9, angka berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan
seterusnya (posisi di angka 9 diganti dengan angka 0, 1, 2, .. 9 lagi, tetapi
angka di depannya dinaikkan menjadi 1). sistem bilangan desimal ditemukan oleh
Al-Kashi,ilmuwan persia Sistem bilangan desimal sering dikenal sebagai sistem
bilangan berbasis 10, karena tiap angka desimal menggunakan basis (radix) 10,
seperti yang terlihat dalam contoh berikut:
angka desimal 123 = 1*102 + 2*101 + 3*100
Berikut adalah tabel yang menampilkan sistem angka
desimal (basis 10), sistem bilangan biner (basis 2), sistem bilangan/ angka
oktal (basis 8), dan sistem angka heksadesimal (basis 16) yang merupakan dasar
pengetahuan untuk mempelajari komputer digital. Bilangan oktal dibentuk dari
bilangan biner-nya dengan mengelompokkan tiap 3 bit dari ujung kanan (LSB).
Sementara bilangan heksadesimal juga dapat dibentuk dengan mudah dari angka
biner-nya dengan mengelompokkan tiap 4 bit dari ujung kanan.
|
Desimal
|
Biner (8 bit)
|
Oktal
|
Heksadesimal
|
|
0
|
0000 0000
|
000
|
00
|
|
1
|
0000 0001
|
001
|
01
|
|
2
|
0000 0010
|
002
|
02
|
|
3
|
0000 0011
|
003
|
03
|
|
4
|
0000 0100
|
004
|
04
|
|
5
|
0000 0101
|
005
|
05
|
|
6
|
0000 0110
|
006
|
06
|
|
7
|
0000 0111
|
007
|
07
|
|
8
|
0000 1000
|
010
|
08
|
|
9
|
0000 1001
|
011
|
09
|
|
10
|
0000 1010
|
012
|
0A
|
|
11
|
0000 1011
|
013
|
0B
|
|
12
|
0000 1100
|
014
|
0C
|
|
13
|
0000 1101
|
015
|
0D
|
|
14
|
0000 1110
|
016
|
0E
|
|
15
|
0000 1111
|
017
|
0F
|
|
16
|
0001 0000
|
020
|
10
|
Pengertian
Sistem TI
kumpulan
dari komponen-komponen yang saling terhubung secara teratur sehingga membentuk
totalitas dalam membentuk perangkat-perangkat Teknologi Informasi.
Komponen
dan Klasifikasi Sistem TI
A.
Komponen Sistem TI
Komponen sistem TI terbagi menjadi 2, yakni komponen
utama dan komponen pendukung.
1. Komponen Utama
Komponen Utama Sistem TI terbagi menjadi 3 komponen
yakni Hardware, Software, Brainware.
a.
Hardware
Hardware atau yang didalam bahasa Indonesia dikenal
sebagai perangkat keras adalah semua bagian-bagian fisik dari sebuah komputer
atau perangkat TI. Hardware masih dapat diklasifikasikan kedalam 5 jenis,
yakni:
1. Perangkat Masukan (Input Device)
Perangkat ini memiliki fungsi sebagai sarana bagi
pengguna (user) untuk memasukan data untuk diolah oleh komputer. Contoh dari
perangkat masukan ini adalah keyboard, mouse, joystick, scanner, microphone,
dll.
2. Perangkat Proses (Processing Device)
Perangkat ini juga disebut sebagai “otak” dari
komputer, karena perangkat ini memiliki fungsi untuk memproses data yang telah
diberikan oleh user melalui perangkat input sehingga data tersebut dapat
ditampilkan sebagai informasi. Contoh dari perangkat proses ini adalah ROM
(Read Only Memory), RAM (Random Acces Memory), Prosesor, dll.
3. Perangkat Keluaran (Output Device)
Perangkat ini adalah perangkat yang berfunsi untuk
menampilkan hasil dari proses data yang dilakukan oleh perangkat proses. Data
yang telah diproses ditampilkan dalam bentuk informasi baik dalam bentuk
digital maupun dalam bentuk nyata. Contoh dari perangkat keluaran ini adalah
monitor, speaker, printer, dll.
4. Unit Penyimpanan (Backing Sorage)
Perangkat ini berfungsi menyimpan data dan/atau
informasi yang ingin, sedang, atau telah diproses oleh perangkat proses. Contoh
dari perangkat ini adalah Harddisk, dll.
5. Unit Tambahan (Periferal Unit)
Perangakat ini adalah perangkat yang ditambahkan
kedalam komputer agar komputer memiliki
fungsi baru. Contoh unit tambahan ini adalah, perangkat radio/televisi, modem,
dll.
b.
Software
Software sering juga disebut perangkat lunak ini
adalah kumpulan dari instruksi-instruksi yang akan mengatur kerja komputer.
Software dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yakni.
1. Sistem Operasi (Operating System)
Sistem operasi merupakan sistem yang mengendalikan
seluruh kerja dari perangkat-perangkat komputer, sehingga akan menjembatani
antara pengguna dan perangkat- perangkat komputer komputernya. Contoh dari sistem
operasi ini adalah Windows,Machintos, Linux, dll.
2. Bahasa Pemrograman (Programming Language)
Digunakan sebagai alat untuk mengembangkan program
aplikasi. Level/generasi bahasa pemrograman komputer (4 GL = 4 Generation
Language) :
·
Bahasa mesin
(machine language)
·
Bahasa rakitan
(assembly language)
·
Bahasa
pemrograman tingkat tinggi (programming language)
·
Aplikasi
(application)
3. Bahasa Query (Query Language)
Merupakan perangkat lunak bahasa tingkat sangat
tinggi yang dapat digunakan untuk menampilkan informasi-informasi yang
diinginkan hanya dengan sedikit perintah saja. contoh : SQL (structured query
language).
4. Sistem Aplikasi (Application System)
Sistem aplikasi adalah perangkat lunak yang
digunakan untuk menunjang tujuan-tujuan tertentu pada sebuah komputer. Contoh
dari perangkat aplikasi ini adalah Ms. Office, CorelDraw, Adobe Photoshop, dll.
5. Utility
Utility adalah perangkat lunak yang digunakan untuk
menunjang kinerja komputer dan sebagai perawatan sistem operasi. Contoh dari
utility ini adalah program-program antivirus seperti AVG, Norton Antivirus,
McAfee, dll.
c.
Brainware
Brainware adalah setiap orang yang terlibat dalam
kegiatan pemanfaatan komputer atau sistem pengolahan data. Brainware memiliki
beberapa tingkatan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. System Analyst
Penanggung jawab dan perencana sistem dari sebuah
proyek pembangunan sebuah sistem informasi khususnya yang memanfaatkan komputer.
2. Programmer
Pembuat dan petugas yang mempersiapkan program yang
dibutuhkan pada sistem komputerisasi yang dirancang.
3. Administrator
Seseorang yang bertugas mengelola suatu sistem
operasi dan program-program yang berjalan pada sebuah sistem/jaringan komputer.
4. Operator
Pengguna biasa, hanya memanfaatkan sistem komputer
yang sudah ada.
2. Komponen Pendukung
Komponen pendukung ini ada 2 yakni:
a.
Firmware
Firmware adalah software atau program yang telah
disimpan di alam PROM (Programable Read Only Memory) untuk menjadi salah satu
komponen tetap dalam suatu piranti komputer. Contoh Firmware adalah BIOS.
b.
Infoware
Infoware adalah suatu perangkat dimana perangkat
tersebut memiliki fungsi untuk memberikan informasi kepada user atau pengguna
komputer tentang tata cara dan aturan penggunaan komputer yang baik dan sehat.
Contoh Infoware User manual.
B.
Klasifikasi Sistem TI
Klasifikasi sistem TI dapat dibedakan menjadi
klasifikasi berdasarkan fungsi dan klasifikasi berdasarkan ukuran.
1. Berdasarkan Fungsi Sistem
Berdasarkan fungsi sistemnya, sistem TI dapat
dibedakan menjadi 3 yakni sebagai berikut:
a. Embedded IT System
Sistem Teknologi informasi yang melekat pada produk
lain. Contoh dari Embedded IT System ini adalah VCR (Video Casette Recorder)
memiliki teknologi informasi yang memungkinkan penggunanya dapat merekam
tayangan televisi.
b. Dedicated IT System
Sistem Teknologi informasi yang di rancang untuk
melakukan tugas-tugas khusus. Contoh dari Dedicated IT System ini adalah ATM
yang dirancang secara khusus untuk melakukan transaksi keuangan bagi nasabah
bank.
c. General Purpose IT System
Sistem teknologi informasi yang dapat digunakan
untuk melakukan berbagai aktivitas yang bersifat umum. Contoh dari General
purpose IT system ini adalah Personal Computer (PC).
2. Berdasarkan Ukuran
Yang dimaksud berdasarkan ukuran disini bukanlah
ukuran secara fisik melainkan ukuran daya tamping, kemampuan sistem, dan
kecepatan proses. Yang masuk dalam kategori ini antara lain:
a. Super komputer
Super komputer adalah sebuah komputer yang memimpin
di dunia dalam kapasitas proses, terutama kecepatan penghitungan. Super
komputer biasa di gunakan untuk prakiraan cuaca, Riset iklim, Simulasi fisik,
dan kegiatan-kegiatan professional yang mencakup pemrosesan data dalam jumlah
besar lainnya lainnya.
b. Mainframe
Mainframe merupakan jenis komputer yang digunakan
pada perusahaan-perusahaan berskala besar untuk menangani pemrosesan data
dengan volume yang sangat besar.
c. Minikomputer
Jika mainframe biasa digunakan di perusahaan
berskala besar maka mini komputer berada 1 tingkat dibawahnya karena
minicomputer biasa digunakan pada perusahaan berskala menengah sebagai server.
d. Workstation
Istilah workstation seringkali membingungkan. Pada
sistem yang menggunakan Novell Nnetware, workstation berarti PC yang
berkedudukan sebagai client.
e. Mikrokomputer
Merupakan nama lain dari Personal Computer (PC). Merupakan
komputer yang lebih bersifat umum dan bebas diguanakan oleh siapa saja karena
perangkatnya yang masih lebih sederhana dan lebih murah dibandingkan dengan
workstation, mini komputer, mainframe, dan supercomputer.
PERANAN
TEKNOLOGI INFORMASI
Peran teknologi informasi dalam kehidupan
sehari-hari sangat penting. Karena perkembangan teknologi sudah semakin pesat
sehingga kebutuhan manusia akan teknologi juga semakin banyak. Salah satu saat
ini yang memanfaatkan teknologi informasi adalah perusahaan.
Penggunaan IT dalam sebuah organisasi sangatlah
penting, untuk menerapkan IT haruslah dilihat karakteristik organisasi
tersebut. Apakah dengan IT mampu meningkatkan efisiensi sebuah perusahaan,
sehingga dalam penerapan IT dibutuhkan orang yang handal yang dapat berjalan
dengan baik. Ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan,
yaitu:
1. Fungsi Operasional akan membuat struktur organisasi
menjadi lebih ramping telah diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi.
Karena sifat penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit
terkait dengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai
supporting agency dimana teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firm
infrastructure.
2. Fungsi Monitoring and Control mengandung arti bahwa
keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dengan aktivitas di level manajerial embedded di dalam setiap fungsi manajer,
sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span
of control atau peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi
efektif dengan para manajer di perusahaan terkait.
3. Fungsi Planning and Decision mengangkat teknologi
informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena keberadaannya
sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan sebuah knowledge
generator bagi para pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk
mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang
pada akhirnya memilih menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari
fungsi perencanaan dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis
tersebut di atas.
4. Fungsi Communication secara prinsip termasuk ke
dalam firm infrastructure dalam era organisasi moderen dimana teknologi
informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu perusahaan
dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.
5. Fungsi Interorganisational merupakan sebuah peranan
yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan
untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan
lain. Konsep kemitraan strategis atau partnerships berbasis teknologi informasi
seperti pada implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource
Planning membuat perusahaan melakukan sejumlah terobosan penting dalam
mendesain struktur organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang
ditemui perusahaan yang cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan atau
outsourcing sejumlah proses bisnis terkait dengan manajemen teknologi
informasinya ke pihak lain demi kelancaran bisnisnya. Tipe dan fungsi peranan
teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap rancangan
atau desain struktur organisasi perusahaan; dan struktur organisasi departemen,
divisi, atau unit terkait dengan sistem informasi, teknologi informasi, dan
manajemen informasi.
PERANAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi
informasi sangat mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan
komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat populer sekarang ini. Perpaduan
keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media Internet. Teknologi
internet telah merubah cara orang berkomunikasi.
Email, merupakan kunci utama perubahan cara
berkomunikasi. Dengan hanya mempunyai satu alamat email, kita dapat mengikuti
berbagai model komunikasi yang ada di Internet. Beberapa model komunikasi itu,
diantaranya :
·
Forum
·
Milis/Group
·
Situs jejaring
sosial
·
Blog
·
Situs sharing
file
·
E-learning
menggunakan teleconference
Peningkatan kualitas hidup semakin
menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan
mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi informasi dan komunikasi
yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia
untuk menggunakannya dalam segala aktivitas.
Beberapa
penerapan dari teknologi informasi dan komunikasi antara lain dalam perusahaan,
dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan.
·
Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan teknologi informasi dan
komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya
menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi
dalam lingkungan kerja. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi
menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprise
Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang
mencakup system manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.
·
Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis teknologi informasi dan
komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara ektronik atau dikenal sebagai
E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi
internet.
·
Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan teknologi informasi dan
komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal
dengan internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui
internet banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan,
pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
·
Penerapan
Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan.
Teknologi pembelajaran terus mengalami
perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran
sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data,
audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana
memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan
karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak
jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh
hasil yang lebih baik.
·
Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan.
Sistem berbasis kartu cerdas (Smart
Card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang
data ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat
mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses
operasi pembedahan serta penggunaan computer hasil pencitraan tiga dimensi
untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
Pengertian Perbedaan Bit dan Byte
Bit dan byte adalah istilah yang pasti sering anda
temukan ketika berurusan dengan komputer dan internet. Istilah-istilah seperti
ini sering membuat kita bingung. Sebelum dibahas panjang lebar, singkatnya bit
dan byte tidak sama, 1 byte dibentuk atas 8 bit.
Bit
Bit adalah kependekan dari "Binary Digit",
yang berarti digit biner. Binary digit adalah unit satuan terkecil dalam
komputasi digital.
Komputer tidak menggunakan angka desimal untuk
menyimpan data. Semua data komputer disimpan dalam angka-angka biner. Hanya 2
nilai berbeda yang bisa dinyatakan satu bit, entah nilai 0 atau nilai 1. Dalam
telekomunikasi digital juga demikian, semua level tegangan diubah menjadi
bentuk data biner.
Istilah "binary digit" atau
"bit" diperkenalkan oleh John Tukey di tahun 1947, saat itu ia
bekerja sebagai seorang ilmuwan di Bell Laboratories. Sejak saat itu istilah
'bit' terus digunakan di dunia komputer.
Byte
Satu byte adalah 8 satuan bit yang digabung menjadi
satu. Jadi byte adalah satuan informasi yang lebih besar dari bit. Istilah
'byte' pertama diciptakan dan digunakan oleh Dr. Werner Buccholz di tahun 1956,
saat itu ia bekerja sebagai seorang ilmuwan di IBM.
Sistem bilangan desimal didasarkan pada 10 angka (0
sampai 9), sistem bilangan biner hanya memiliki 2 angka yakni angka 0 dan angka
1. Semua data yang diproses oleh komputer memiliki bentuk angka-angka 0 dan 1.
Dalam komunikasi digital, kedua nilai ini mewakili level tegangan. Salah satu
penerapannya, nilai biner 0 digunakan untuk menyatakan ketiadaan voltase, dan
nilai biner 1 untuk voltase positif konstan.
Kalau anda pernah nonton film sci-fi 'Matrix', anda
mungkin ingat bagaimana dunia matrix dilihat oleh karakter utama 'Neo', dunia
matrix terlihat dibentuk atas angka-angka 0 dan 1. Begitulah sebenarnya
komputer melihat data, yang merupakan aliran angka-angka 0 dan 1.
Cara Mudah Membedakan Bit dan Byte
Ingat saja biasanya byte dinyatakan dengan huruf 'B'
besar, sedangkan bit dinyatakan dengan huruf 'b' kecil. Jadi huruf besar
artinya byte atau satuan yang lebih besar, sedangkan huruf kecil artinya bit atau
satuan yang lebih kecil. Biasanya transfer speed dinyatakan dalam bentuk bit,
sedangkan kapasitas penyimpanan data biasanya dinyatakan dalam bentuk byte.
Mungkin anda pernah melihat istilah byte dan bit
saat melihat kapasitas perangkat penyimpanan data (flash drive, HDD, dll), atau
mungkin saat melihat bandwidth atau kecepatan koneksi internet anda.
Bandwidth internet biasanya diukur dalam bentuk
kilobit per second (kbps) yang berarti seribu bit (1.000 bit). Bandwidth
internet anda juga mungkin dinyatakan dalam bentuk megabit per second (mbps)
yang merupakan satu juta bit (1.000.000 bit).
Kapasitas hard disk drive (HDD) komputer biasanya
dinyatakan dalam bentuk giga bytes (disingkat GB). Satu GB atau gigabyte adalah
1 milyar byte (1.000.000.000 byte), atau 8 milyar bit (8.000.000.000 bit).
SISTEM PENGKODEAN
BCD (Binary Coded Decimal)
BCD adalah sistem pengkodean bilangan desimal yang
metodenya mirip dengan bilangan biner biasa; hanya saja dalam proses konversi,
setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi satu per satu, bukan secara
keseluruhan seperti konversi bilangan desimal ke biner biasa. Hal ini lebih
bertujuan untuk “menyeimbangkan” antara kurang fasihnya manusia pada umumnya
untuk melakukan proses konversi dari desimal ke biner -dan- keterbatasan
komputer yang hanya bisa mengolah bilangan biner. Untuk lebih jelas, dapat
dilihat pada contoh berikut :
Misalkan bilangan yang ingin dikonversi adalah 17010.
dapat dilihat bahwa bilangan biner dari :
110—> 00012
710—> 01112
010—> 00002
Tetapi, berhubung hasil yang diinginkan adalah
bilangan BCD, maka basis bilangannya tinggal ditulis sebagai berikut :
110—> 0001BCD
710—> 0111BCD
010—> 0000BCD
maka, nilai BCD dari 17010 adalah 0001
0111 0000BCD.
Harap diperhatikan bahwa setiap simbol dari bilangan
desimal dikonversi menjadi 4 bit bilangan BCD.
EBCDIC
EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange
Code) adalah kode 8 – bit untuk huruf yang dipakai pada sistem operasi komputer
merk IBM, seperti z/OS, OS/390, VM, VSE, OS/400, dan i5/OS. Kode EBCDIC ini
juga dipakai untuk beberapa jenis komputer lain seperti Fujitsu-Siemens
BS2000/OSD, HP MPE/iX, dan Unisys MCP. Kode ini merupakan pengembangan dari
kode 6-bit yang dipakai untuk kartu berlubang (punched card) pada komputer IBM
antara akhir tahun 1950an dan awal tahun 1960an.
Variasi dari kode EBCDIC ini disebut CCSID 500 yang
ditampilkan pada tabel di bawah ini dalam format bilangan komputer hexadesimal.
Kode 00 sampai 3F dipakai untuk huruf kendali, kode 40 untuk spasi, dll.
SBCDIC
SBCDIC ( standard Binary Coded Decimal Interchange
Code) merupakan kode binary yang dikembangkan dari BCD, SBCDIC menggunakan
kombinasi 6 bit sehingga lebih banyak kombinasi yang bisa dihasilkan yaitu
sebanyak 64 (26) kombinasi kode, yaitu 10 kode untuk digit angka, 26 kode untuk
huruf alphabetic dan sisanya karakter-karakter khusus tertentu. SBCDIC,
digunakan untuk computer generasi kedua.
ASCII
American Standard Code for Internation Interchange,
biasanya disingkat dengan ASCII. Suatu kode skema yang menggunakan 7 atau 8
bit, yang memberikan lambang sebanyak 256 jenis karakter. Di dalam
karakter-karakter ini, telah termasuk di dalamnya huruf, angka, lambang-lambang
khusus, kode kontrol perintah, serta kode lainnya. ASCII ini didevelop pada tahun
1968, yang merupakan standar untuk transmisi data antara software dan hardware.
ASCII ini digunakan dalam dikebanyakan komputer mini, dan di seluruh komputer
pribadi.
Standar yang berlaku di seluruh dunia untuk kode
berupa angka yang merepresentasikan karakter-karakter, baik huruf, angka,
maupun simbol yang digunakan oleh komputer. Terdapat 128 karakter standar ASCII
yang masing-masing direpresentasikan oleh tujuh digit bilangan biner mulai dari
0000000 hingga 1111111.
format yang banyak digunakan untuk file teks di
dalam dunia komputer dan internet. Di dalam file ASCII, masing-masing
alphabetic, numeric, atau karakter khusus direpresentasikan dalam 7-bit
bilangan biner (kumpulan dari nol atau satu sebanyak tujuh angka).
Karakter dalam kode ASCII dibagi dalam beberapa
group yaitu : control character, angka, huruf besar, huruf kecil, dan tanda
baca (pada tabel tidak begitu jelas). Control character ini sering disebut
sebagai non printable character, yaitu karakter yang dikirim sebagai tahap awal
(pengenalan) dalam berbagai kegunaan komunikasi data, misalnya sebelum
informasi dikirim dari PC ke printer.
Dengan kumpulan bit ini terdapat sebanyak 128
character yang bisa didefinisikan. Sistem operasi berbasis Unix dan DOS
menggunakan ASCII untuk file teks, sedangkan Windows NT dan Windows 2000
menggunakan kode yang lebih baru yang dikenal dengan istilah unicode. Sistem
yang dikeluarkan oleh IBM menggunakan data yang dibentuk dari 8 bit, yang
disebut dengan EBCDIC.
KONVERSI
BILANGAN BINER, OCTAL, DESIMAL, HEXADESIMAL
Konversi Bilangan Desimal
Konversi bilangan desimal merupakan
suatu proses mengubah bentuk bilangan
desimal kedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan biner, bilangan
oktal atau bilangan hexadesimal).
Konversi Bilangan Desimal Ke Biner
Konversi bilangan desimal ke biner merupakan suatu proses mengubah bentuk
bilangan desimal kedalam bentuk bilangan biner. Ada beberapa cara yang dapat
agan lakukan untuk mengkonversi bilangan desimal ke biner. Berikut caranya :
1. Cara yang pertama,
yaitu dengan membagi bilangan desimal dengan nilai 2 (basis). Cara ini
merupakan cara yang sering digunakan oleh banyak orang. Untuk lebih jelasnya
silahkan agan simak contoh dibawah ini.
Nilai
bilangan desimal 77 = 1001101 (bilangan biner).
Nilai
bilangan desimal 77 = 1001101 (bilangan biner).
2. Cara yang kedua, yaitu
dengan menjumlahkan atau menambahkan bilangan-bilangan dengan pangkat dua
(basis) sampai jumlahnya sama dengan bilangan desimal yang akan dikonversikan.

Konversi Bilangan Desimal Ke Oktal
Konversi bilangan desimal ke oktal merupakan suatu proses mengubah bentuk
bilangan desimal kedalam bentuk bilangan oktal, dengan cara membagi bilangan
desimal dengan nilai 8 (basis). Untuk memahaminya silahkan agan simak contoh
dibawah ini.

Nilai bilangan desimal 77 = 115 (bilangan oktal)
Konversi Bilangan Desimal Ke Hexadesimal
Konversi bilangan desimal ke hexadesimal merupakan suatu proses mengubah
bentuk bilangan desimal kedalam bentuk bilangan hexadesimal, dengan cara
membagi bilangan desimal dengan nilai 16 (basis). Silahkan agan simak contoh
dibawah ini untuk lebih jelasnya.

Nilai bilangan desimal 77 = 4D (bilangan hexadesimal)
Konversi Bilangan Biner
Konversi bilangan biner merupakan
suatu proses mengubah bentuk bilangan
biner kedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan desimal,
bilangan oktal atau bilangan hexadesimal).
Konversi Bilangan Biner Ke Desimal
Agan dapat mengkonversi bilangan biner ke desimal, yaitu dengan cara
menggunakan bantuan tabel konversi bilangan biner ke desimal dibawah ini.

Contoh konversi bilangan biner 1011100 ke bilangan desimal :

Jadi, nilai bilangan biner 1011100 = 92 (bilangan desimal)
Konversi Bilangan Biner Ke Oktal
Cara mengkonversi bilangan biner ke oktal dapat dilakukan dengan
mengkonversi tiap-tiap tiga buah digit biner. Silahkan agan simak tabel
konversi bilangan biner ke oktal dan contonya dibawah ini.

Contoh konversi bilangan biner 1011100 ke bilangan oktal :

Jadi, nilai bilangan biner 1011100 = 134 (bilangan oktal)
Konversi Bilangan Biner Ke Hexadesimal
Cara mengkonversi bilangan biner ke hexadesimal dapat dilakukan dengan
mengkonversi tiap-tiap empat buah digit biner. Silahkan agan simak tabel
konversi bilangan biner ke hexadesimal dan contonya dibawah ini.
Contoh konversi bilangan biner 1011100 ke bilangan hexadesimal :

Jadi, nilai bilangan biner 1011100 = 5C (bilangan hexadesimal)
Konversi Bilangan Oktal
Konversi bilangan oktal merupakan
suatu proses mengubah bentuk bilangan
oktal kedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan desimal,
bilangan biner atau bilangan hexadesimal).
Konversi Bilangan Oktal Ke Desimal
Agan dapat melakukan konversi bilangan oktal ke desimal, yaitu dengan cara
mengalikan masing-masing digit bilangan dengan position valuenya. Contoh
konversi bilangan oktal 145 ke bilangan desimal :

Jadi, nilai bilangan oktal 145 = 105 (bilangan desimal)
Konversi Bilangan Oktal Ke Biner
Konversi bilangan oktal ke biner dapat dilakukan dengan mengkonversi
masing-masing digit oktal ke tiga digit biner. Untuk tabelnya silahkan agan
lihat pada konversi biner ke oktal diatas. Contoh konversi bilangan oktal 145
ke bilangan biner :

Jadi, nilai bilangan oktal 145 = 001100101 (bilangan biner)
Konversi Bilangan Oktal Ke Hexadesimal
Konversi bilangan oktal ke hexadesimal yang pertama harus dilakukan adalah
dengan mengkonversikan bilangan oktal terlebih dahulu ke bilangan biner,
kemudian baru konversikan ke bilangan hexadesimal. Contoh konversi bilangan
oktal 145 ke bilangan hexadesimal.
1. Konversi bilangan
oktal ke biner terlebih dahulu :

2. Kemudian konversikan
bilangan biner tersebut ke bilangan hexadesimal :

Jadi, nilai bilangan oktal 145 = 65 (bilangan hexadesimal)
Konversi Bilangan
Hexadesimal
Konversi bilangan hexadesimal
merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan hexadesimal kedalam
bentuk bilangan lainnya (bilangan desimal, bilangan biner atau bilangan oktal).
Konversi Bilangan Hexadesimal Ke Desimal
Agan dapat melakukan konversi bilangan hexadesimal ke desimal, yaitu dengan
cara mengalikan masing-masing digit bilangan dengan position valuenya. Contoh
konversi bilangan hexadesimal C54 ke bilangan desimal :

Jadi, nilai bilangan hexadesimal C54 = 3156 (bilangan desimal)
Konversi Bilangan Hexadesimal Ke Biner
Konversi bilangan hexadesimal ke biner dapat dilakukan dengan mengkonversi
masing-masing digit hexadesimal ke empat digit biner. Untuk tabelnya silahkan
agan lihat pada konversi biner ke hexadesimal diatas. Contoh konversi bilangan
hexadesimal C54 ke bilangan biner :

Jadi, nilai bilangan hexadesimal C54 = 110001010100 (bilangan biner)
Konversi Bilangan Hexadesimal Ke Oktal
Konversi bilangan hexadesimal ke oktal, yang pertama harus dilakukan adalah
dengan mengkonversikan bilangan hexadesimal terlebih dahulu ke bilangan biner,
kemudian baru konversikan ke bilangan oktal. Contoh konversi bilangan
hexadesimal C54 ke bilangan oktal.

1. Konversi bilangan
hexadesimal ke biner terlebih dahulu :
2. Kemudian konversikan
bilangan biner tersebut ke bilangan oktal :

Jadi, nilai bilangan hexadesimal C54 = 6124 (bilangan oktal)






