Thursday, 20 October 2016

Tugas PTI

DASAR SISTEM KOMPUTER
Komponen dasar komputer dibagi menjadi beberapabagian seperti :
1.    Bit dan informasi
Sejak diciptakan pertama kali komputer bekerja atas sistem  biner (ditambah sistem Octal 8 digit 0-7 dan heksa desimal 16 digit 0-9 & A-F). Sistem biner yaitu bilangan yang hanya mengenal 2 macam angka yang disebut dengan istilah Bit (binary digit) berupa 0 dan 1, hanya dengan 2 kemungkinan inilah komputer dapat menyajikan informasi yang begitu berguna bagi peradaban manusia.
Bit-bit dapat digunakan untuk menyusun karakter komputer, yakni :
·         Huruf, contoh A dan Z
·         Digit, contoh 0, 2 dan 9
·         Tanda + serta & dan simbol β
2.    Satuan Data
Satuan atau unit yang menandakan entitas dan digunakan dalam pengukuran besaran.
Contoh satuan data:
3.    Satuan Waktu dan Frekuensi
·        Satuan waktu
kecepatan komputer dalam memproses sebuah data dalam detik.
·         Satuan Frekuensi
Frekuensi diukur dengan satuan hertz. Frekuensi berarti jumlah siklus dalam 1 detik. 1 Hertz berarti dalam satu detik terbentuk sebuah siklus. Ukuran frekuensi yang lebih besar adalah kilohertz, megahertz, dan gigahertz. 1 kilohertz (KHz) = 1000 Hertz (Hz), 1 megahertz (MHz) = 1000 kilohertz, dan 1 gigahertz (GHz) = 1000 megahertz.
4.    Sistem Pengkodean Karakter
·         ASCII singkatan dari American Standard Code for Information Interchange. Standard di kembangkan oleh ANSI (American National Standards Institute), pada awalnya standard ini menggunakan 7 bit untuk menyatakan sebuah kode. Dengan karakter yang tersedia huruf A – Z dan a – z, digit 0 – 9 dan sejumlah simbol * dan +, kemudian berkembang menjadi 8 bit dengan  tambahan sejumlah simbol yunani dan karakter grafis.
·         EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code) merupakan standar yang dibuat oleh IBM pada tahun 1950-an dan menggunakan 8 bit untuk setiap kodenya.
·         UNICODE ini merupakan standard lebih baru dibandingkan dengan 2 di atas, Pada standard ini sebuah karakter dinyatakan dengan 16 bit alhasil standard ini mencakup 65.536 karakter, dengan cara ini berbagai simbol dalam bahasa seperti Arab dan China bisa di tampung.
5.    Konversi Sistem Biner dan Sistem Desimal
Sistem bilangan biner
sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.


20=1
21=2
22=4
23=8
24=16
25=32
26=64


Sistem bilangan desimal
sistem bilangan yang menggunakan 10 macam angka dari 0,1, sampai 9. Setelah angka 9, angka berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan seterusnya (posisi di angka 9 diganti dengan angka 0, 1, 2, .. 9 lagi, tetapi angka di depannya dinaikkan menjadi 1). sistem bilangan desimal ditemukan oleh Al-Kashi,ilmuwan persia Sistem bilangan desimal sering dikenal sebagai sistem bilangan berbasis 10, karena tiap angka desimal menggunakan basis (radix) 10, seperti yang terlihat dalam contoh berikut:
angka desimal 123 = 1*102 + 2*101 + 3*100
Berikut adalah tabel yang menampilkan sistem angka desimal (basis 10), sistem bilangan biner (basis 2), sistem bilangan/ angka oktal (basis 8), dan sistem angka heksadesimal (basis 16) yang merupakan dasar pengetahuan untuk mempelajari komputer digital. Bilangan oktal dibentuk dari bilangan biner-nya dengan mengelompokkan tiap 3 bit dari ujung kanan (LSB). Sementara bilangan heksadesimal juga dapat dibentuk dengan mudah dari angka biner-nya dengan mengelompokkan tiap 4 bit dari ujung kanan.



Desimal
Biner (8 bit)
Oktal
Heksadesimal
0
0000 0000
000
00
1
0000 0001
001
01
2
0000 0010
002
02
3
0000 0011
003
03
4
0000 0100
004
04
5
0000 0101
005
05
6
0000 0110
006
06
7
0000 0111
007
07
8
0000 1000
010
08
9
0000 1001
011
09
10
0000 1010
012
0A
11
0000 1011
013
0B
12
0000 1100
014
0C
13
0000 1101
015
0D
14
0000 1110
016
0E
15
0000 1111
017
0F
16
0001 0000
020
10



Pengertian Sistem TI
kumpulan dari komponen-komponen yang saling terhubung secara teratur sehingga membentuk totalitas dalam membentuk perangkat-perangkat Teknologi Informasi.
Komponen dan Klasifikasi Sistem TI
A. Komponen Sistem TI
Komponen sistem TI terbagi menjadi 2, yakni komponen utama dan komponen pendukung.
1. Komponen Utama
Komponen Utama Sistem TI terbagi menjadi 3 komponen yakni Hardware, Software, Brainware.
a. Hardware
Hardware atau yang didalam bahasa Indonesia dikenal sebagai perangkat keras adalah semua bagian-bagian fisik dari sebuah komputer atau perangkat TI. Hardware masih dapat diklasifikasikan kedalam 5 jenis, yakni:
1. Perangkat Masukan (Input Device)
Perangkat ini memiliki fungsi sebagai sarana bagi pengguna (user) untuk memasukan data untuk diolah oleh komputer. Contoh dari perangkat masukan ini adalah keyboard, mouse, joystick, scanner, microphone, dll.
2. Perangkat Proses (Processing Device)
Perangkat ini juga disebut sebagai “otak” dari komputer, karena perangkat ini memiliki fungsi untuk memproses data yang telah diberikan oleh user melalui perangkat input sehingga data tersebut dapat ditampilkan sebagai informasi. Contoh dari perangkat proses ini adalah ROM (Read Only Memory), RAM (Random Acces Memory), Prosesor, dll.
3. Perangkat Keluaran (Output Device)
Perangkat ini adalah perangkat yang berfunsi untuk menampilkan hasil dari proses data yang dilakukan oleh perangkat proses. Data yang telah diproses ditampilkan dalam bentuk informasi baik dalam bentuk digital maupun dalam bentuk nyata. Contoh dari perangkat keluaran ini adalah monitor, speaker, printer, dll.
4. Unit Penyimpanan (Backing Sorage)
Perangkat ini berfungsi menyimpan data dan/atau informasi yang ingin, sedang, atau telah diproses oleh perangkat proses. Contoh dari perangkat ini adalah Harddisk, dll.
5. Unit Tambahan (Periferal Unit)
Perangakat ini adalah perangkat yang ditambahkan kedalam komputer agar komputer  memiliki fungsi baru. Contoh unit tambahan ini adalah, perangkat radio/televisi, modem, dll.
b. Software
Software sering juga disebut perangkat lunak ini adalah kumpulan dari instruksi-instruksi yang akan mengatur kerja komputer. Software dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yakni.
1. Sistem Operasi (Operating System)
Sistem operasi merupakan sistem yang mengendalikan seluruh kerja dari perangkat-perangkat komputer, sehingga akan menjembatani antara pengguna dan perangkat- perangkat komputer komputernya. Contoh dari sistem operasi ini adalah Windows,Machintos, Linux, dll.
2. Bahasa Pemrograman (Programming Language)
Digunakan sebagai alat untuk mengembangkan program aplikasi. Level/generasi bahasa pemrograman komputer (4 GL = 4 Generation Language) :
·         Bahasa mesin (machine language)
·         Bahasa rakitan (assembly language)
·         Bahasa pemrograman tingkat tinggi (programming language)
·         Aplikasi (application)
3. Bahasa Query (Query Language)
Merupakan perangkat lunak bahasa tingkat sangat tinggi yang dapat digunakan untuk menampilkan informasi-informasi yang diinginkan hanya dengan sedikit perintah saja. contoh : SQL (structured query language).
4. Sistem Aplikasi (Application System)
Sistem aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menunjang tujuan-tujuan tertentu pada sebuah komputer. Contoh dari perangkat aplikasi ini adalah Ms. Office, CorelDraw, Adobe Photoshop, dll.
5. Utility
Utility adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menunjang kinerja komputer dan sebagai perawatan sistem operasi. Contoh dari utility ini adalah program-program antivirus seperti AVG, Norton Antivirus, McAfee, dll.
c. Brainware
Brainware adalah setiap orang yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan komputer atau sistem pengolahan data. Brainware memiliki beberapa tingkatan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. System Analyst
Penanggung jawab dan perencana sistem dari sebuah proyek pembangunan sebuah sistem informasi khususnya yang memanfaatkan komputer.
2. Programmer
Pembuat dan petugas yang mempersiapkan program yang dibutuhkan pada sistem komputerisasi yang dirancang.
3. Administrator
Seseorang yang bertugas mengelola suatu sistem operasi dan program-program yang berjalan pada sebuah sistem/jaringan komputer.
4. Operator
Pengguna biasa, hanya memanfaatkan sistem komputer yang sudah ada.
2. Komponen Pendukung
Komponen pendukung ini ada 2 yakni:
a. Firmware
Firmware adalah software atau program yang telah disimpan di alam PROM (Programable Read Only Memory) untuk menjadi salah satu komponen tetap dalam suatu piranti komputer. Contoh Firmware adalah BIOS.
b. Infoware
Infoware adalah suatu perangkat dimana perangkat tersebut memiliki fungsi untuk memberikan informasi kepada user atau pengguna komputer tentang tata cara dan aturan penggunaan komputer yang baik dan sehat. Contoh Infoware User manual.

B. Klasifikasi Sistem TI
Klasifikasi sistem TI dapat dibedakan menjadi klasifikasi berdasarkan fungsi dan klasifikasi berdasarkan ukuran.
1. Berdasarkan Fungsi Sistem
Berdasarkan fungsi sistemnya, sistem TI dapat dibedakan menjadi 3 yakni sebagai berikut:
a. Embedded IT System
Sistem Teknologi informasi yang melekat pada produk lain. Contoh dari Embedded IT System ini adalah VCR (Video Casette Recorder) memiliki teknologi informasi yang memungkinkan penggunanya dapat merekam tayangan televisi.
b. Dedicated IT System
Sistem Teknologi informasi yang di rancang untuk melakukan tugas-tugas khusus. Contoh dari Dedicated IT System ini adalah ATM yang dirancang secara khusus untuk melakukan transaksi keuangan bagi nasabah bank.
c. General Purpose IT System
Sistem teknologi informasi yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas yang bersifat umum. Contoh dari General purpose IT system ini adalah Personal Computer (PC).
2. Berdasarkan Ukuran
Yang dimaksud berdasarkan ukuran disini bukanlah ukuran secara fisik melainkan ukuran daya tamping, kemampuan sistem, dan kecepatan proses. Yang masuk dalam kategori ini antara lain:
a. Super komputer
Super komputer adalah sebuah komputer yang memimpin di dunia dalam kapasitas proses, terutama kecepatan penghitungan. Super komputer biasa di gunakan untuk prakiraan cuaca, Riset iklim, Simulasi fisik, dan kegiatan-kegiatan professional yang mencakup pemrosesan data dalam jumlah besar lainnya lainnya.
b. Mainframe
Mainframe merupakan jenis komputer yang digunakan pada perusahaan-perusahaan berskala besar untuk menangani pemrosesan data dengan volume yang sangat besar.
c. Minikomputer
Jika mainframe biasa digunakan di perusahaan berskala besar maka mini komputer berada 1 tingkat dibawahnya karena minicomputer biasa digunakan pada perusahaan berskala menengah sebagai server.
d. Workstation
Istilah workstation seringkali membingungkan. Pada sistem yang menggunakan Novell Nnetware, workstation berarti PC yang berkedudukan sebagai client.
e. Mikrokomputer
Merupakan nama lain dari Personal Computer (PC). Merupakan komputer yang lebih bersifat umum dan bebas diguanakan oleh siapa saja karena perangkatnya yang masih lebih sederhana dan lebih murah dibandingkan dengan workstation, mini komputer, mainframe, dan supercomputer.
PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI
Peran teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Karena perkembangan teknologi sudah semakin pesat sehingga kebutuhan manusia akan teknologi juga semakin banyak. Salah satu saat ini yang memanfaatkan teknologi informasi adalah perusahaan.
Penggunaan IT dalam sebuah organisasi sangatlah penting, untuk menerapkan IT haruslah dilihat karakteristik organisasi tersebut. Apakah dengan IT mampu meningkatkan efisiensi sebuah perusahaan, sehingga dalam penerapan IT dibutuhkan orang yang handal yang dapat berjalan dengan baik. Ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan, yaitu:
1.      Fungsi Operasional akan membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping telah diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi. Karena sifat penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai supporting agency dimana teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firm infrastructure.
2.      Fungsi Monitoring and Control mengandung arti bahwa keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial embedded di dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span of control atau peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer di perusahaan terkait.
3.      Fungsi Planning and Decision mengangkat teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan sebuah knowledge generator bagi para pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang pada akhirnya memilih menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis tersebut di atas.
4.      Fungsi Communication secara prinsip termasuk ke dalam firm infrastructure dalam era organisasi moderen dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.
5.      Fungsi Interorganisational merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain. Konsep kemitraan strategis atau partnerships berbasis teknologi informasi seperti pada implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource Planning membuat perusahaan melakukan sejumlah terobosan penting dalam mendesain struktur organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui perusahaan yang cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan atau outsourcing sejumlah proses bisnis terkait dengan manajemen teknologi informasinya ke pihak lain demi kelancaran bisnisnya. Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap rancangan atau desain struktur organisasi perusahaan; dan struktur organisasi departemen, divisi, atau unit terkait dengan sistem informasi, teknologi informasi, dan manajemen informasi.
PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat populer sekarang ini. Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media Internet. Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi.
Email, merupakan kunci utama perubahan cara berkomunikasi. Dengan hanya mempunyai satu alamat email, kita dapat mengikuti berbagai model komunikasi yang ada di Internet. Beberapa model komunikasi itu, diantaranya :
·         Forum
·         Milis/Group
·         Situs jejaring sosial
·         Blog
·         Situs sharing file
·         E-learning menggunakan teleconference
            Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitas.
Beberapa penerapan dari teknologi informasi dan komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan.
·         Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan teknologi informasi dan komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprise Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup system manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.
·         Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara ektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
·         Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan teknologi informasi dan komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui internet banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
·         Penerapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan.
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
·         Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan.
Sistem berbasis kartu cerdas (Smart Card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang data ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan computer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
Pengertian Perbedaan Bit dan Byte
Bit dan byte adalah istilah yang pasti sering anda temukan ketika berurusan dengan komputer dan internet. Istilah-istilah seperti ini sering membuat kita bingung. Sebelum dibahas panjang lebar, singkatnya bit dan byte tidak sama, 1 byte dibentuk atas 8 bit.
Bit
Bit adalah kependekan dari "Binary Digit", yang berarti digit biner. Binary digit adalah unit satuan terkecil dalam komputasi digital.
Komputer tidak menggunakan angka desimal untuk menyimpan data. Semua data komputer disimpan dalam angka-angka biner. Hanya 2 nilai berbeda yang bisa dinyatakan satu bit, entah nilai 0 atau nilai 1. Dalam telekomunikasi digital juga demikian, semua level tegangan diubah menjadi bentuk data biner.
Istilah "binary digit" atau "bit" diperkenalkan oleh John Tukey di tahun 1947, saat itu ia bekerja sebagai seorang ilmuwan di Bell Laboratories. Sejak saat itu istilah 'bit' terus digunakan di dunia komputer.
Byte
Satu byte adalah 8 satuan bit yang digabung menjadi satu. Jadi byte adalah satuan informasi yang lebih besar dari bit. Istilah 'byte' pertama diciptakan dan digunakan oleh Dr. Werner Buccholz di tahun 1956, saat itu ia bekerja sebagai seorang ilmuwan di IBM.
Sistem bilangan desimal didasarkan pada 10 angka (0 sampai 9), sistem bilangan biner hanya memiliki 2 angka yakni angka 0 dan angka 1. Semua data yang diproses oleh komputer memiliki bentuk angka-angka 0 dan 1. Dalam komunikasi digital, kedua nilai ini mewakili level tegangan. Salah satu penerapannya, nilai biner 0 digunakan untuk menyatakan ketiadaan voltase, dan nilai biner 1 untuk voltase positif konstan.
Kalau anda pernah nonton film sci-fi 'Matrix', anda mungkin ingat bagaimana dunia matrix dilihat oleh karakter utama 'Neo', dunia matrix terlihat dibentuk atas angka-angka 0 dan 1. Begitulah sebenarnya komputer melihat data, yang merupakan aliran angka-angka 0 dan 1.
Cara Mudah Membedakan Bit dan Byte
Ingat saja biasanya byte dinyatakan dengan huruf 'B' besar, sedangkan bit dinyatakan dengan huruf 'b' kecil. Jadi huruf besar artinya byte atau satuan yang lebih besar, sedangkan huruf kecil artinya bit atau satuan yang lebih kecil. Biasanya transfer speed dinyatakan dalam bentuk bit, sedangkan kapasitas penyimpanan data biasanya dinyatakan dalam bentuk byte.
Mungkin anda pernah melihat istilah byte dan bit saat melihat kapasitas perangkat penyimpanan data (flash drive, HDD, dll), atau mungkin saat melihat bandwidth atau kecepatan koneksi internet anda.
Bandwidth internet biasanya diukur dalam bentuk kilobit per second (kbps) yang berarti seribu bit (1.000 bit). Bandwidth internet anda juga mungkin dinyatakan dalam bentuk megabit per second (mbps) yang merupakan satu juta bit (1.000.000 bit).
Kapasitas hard disk drive (HDD) komputer biasanya dinyatakan dalam bentuk giga bytes (disingkat GB). Satu GB atau gigabyte adalah 1 milyar byte (1.000.000.000 byte), atau 8 milyar bit (8.000.000.000 bit).

SISTEM PENGKODEAN
BCD (Binary Coded Decimal)
BCD adalah sistem pengkodean bilangan desimal yang metodenya mirip dengan bilangan biner biasa; hanya saja dalam proses konversi, setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi satu per satu, bukan secara keseluruhan seperti konversi bilangan desimal ke biner biasa. Hal ini lebih bertujuan untuk “menyeimbangkan” antara kurang fasihnya manusia pada umumnya untuk melakukan proses konversi dari desimal ke biner -dan- keterbatasan komputer yang hanya bisa mengolah bilangan biner. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada contoh berikut :
Misalkan bilangan yang ingin dikonversi adalah 17010.
dapat dilihat bahwa bilangan biner dari :
110—> 00012
710—> 01112
010—> 00002
Tetapi, berhubung hasil yang diinginkan adalah bilangan BCD, maka basis bilangannya tinggal ditulis sebagai berikut :
110—> 0001BCD
710—> 0111BCD
010—> 0000BCD
maka, nilai BCD dari 17010 adalah 0001 0111 0000BCD.
Harap diperhatikan bahwa setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi menjadi 4 bit bilangan BCD.
EBCDIC
EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code) adalah kode 8 – bit untuk huruf yang dipakai pada sistem operasi komputer merk IBM, seperti z/OS, OS/390, VM, VSE, OS/400, dan i5/OS. Kode EBCDIC ini juga dipakai untuk beberapa jenis komputer lain seperti Fujitsu-Siemens BS2000/OSD, HP MPE/iX, dan Unisys MCP. Kode ini merupakan pengembangan dari kode 6-bit yang dipakai untuk kartu berlubang (punched card) pada komputer IBM antara akhir tahun 1950an dan awal tahun 1960an.
Variasi dari kode EBCDIC ini disebut CCSID 500 yang ditampilkan pada tabel di bawah ini dalam format bilangan komputer hexadesimal. Kode 00 sampai 3F dipakai untuk huruf kendali, kode 40 untuk spasi, dll.
SBCDIC
SBCDIC ( standard Binary Coded Decimal Interchange Code) merupakan kode binary yang dikembangkan dari BCD, SBCDIC menggunakan kombinasi 6 bit sehingga lebih banyak kombinasi yang bisa dihasilkan yaitu sebanyak 64 (26) kombinasi kode, yaitu 10 kode untuk digit angka, 26 kode untuk huruf alphabetic dan sisanya karakter-karakter khusus tertentu. SBCDIC, digunakan untuk computer generasi kedua.
ASCII
American Standard Code for Internation Interchange, biasanya disingkat dengan ASCII. Suatu kode skema yang menggunakan 7 atau 8 bit, yang memberikan lambang sebanyak 256 jenis karakter. Di dalam karakter-karakter ini, telah termasuk di dalamnya huruf, angka, lambang-lambang khusus, kode kontrol perintah, serta kode lainnya. ASCII ini didevelop pada tahun 1968, yang merupakan standar untuk transmisi data antara software dan hardware. ASCII ini digunakan dalam dikebanyakan komputer mini, dan di seluruh komputer pribadi.
Standar yang berlaku di seluruh dunia untuk kode berupa angka yang merepresentasikan karakter-karakter, baik huruf, angka, maupun simbol yang digunakan oleh komputer. Terdapat 128 karakter standar ASCII yang masing-masing direpresentasikan oleh tujuh digit bilangan biner mulai dari 0000000 hingga 1111111.
format yang banyak digunakan untuk file teks di dalam dunia komputer dan internet. Di dalam file ASCII, masing-masing alphabetic, numeric, atau karakter khusus direpresentasikan dalam 7-bit bilangan biner (kumpulan dari nol atau satu sebanyak tujuh angka).
Karakter dalam kode ASCII dibagi dalam beberapa group yaitu : control character, angka, huruf besar, huruf kecil, dan tanda baca (pada tabel tidak begitu jelas). Control character ini sering disebut sebagai non printable character, yaitu karakter yang dikirim sebagai tahap awal (pengenalan) dalam berbagai kegunaan komunikasi data, misalnya sebelum informasi dikirim dari PC ke printer.
Dengan kumpulan bit ini terdapat sebanyak 128 character yang bisa didefinisikan. Sistem operasi berbasis Unix dan DOS menggunakan ASCII untuk file teks, sedangkan Windows NT dan Windows 2000 menggunakan kode yang lebih baru yang dikenal dengan istilah unicode. Sistem yang dikeluarkan oleh IBM menggunakan data yang dibentuk dari 8 bit, yang disebut dengan EBCDIC.

KONVERSI BILANGAN BINER, OCTAL, DESIMAL, HEXADESIMAL
Konversi Bilangan Desimal
Konversi bilangan desimal merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan desimal kedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan biner, bilangan oktal atau bilangan hexadesimal).
Konversi Bilangan Desimal Ke Biner
Konversi bilangan desimal ke biner merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan desimal kedalam bentuk bilangan biner. Ada beberapa cara yang dapat agan lakukan untuk mengkonversi bilangan desimal ke biner. Berikut caranya :
1.      Cara yang pertama, yaitu dengan membagi bilangan desimal dengan nilai 2 (basis). Cara ini merupakan cara yang sering digunakan oleh banyak orang. Untuk lebih jelasnya silahkan agan simak contoh dibawah ini. Description: konversi bilangan desimal ke binerNilai bilangan desimal 77 = 1001101 (bilangan biner).
2.      Cara yang kedua, yaitu dengan menjumlahkan atau menambahkan bilangan-bilangan dengan pangkat dua (basis) sampai jumlahnya sama dengan bilangan desimal yang akan dikonversikan.
Description: cara konversi bilangan desimal ke biner

Konversi Bilangan Desimal Ke Oktal
Konversi bilangan desimal ke oktal merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan desimal kedalam bentuk bilangan oktal, dengan cara membagi bilangan desimal dengan nilai 8 (basis). Untuk memahaminya silahkan agan simak contoh dibawah ini.
Description: konversi bilangan desimal ke oktal
Nilai bilangan desimal 77 = 115 (bilangan oktal)
Konversi Bilangan Desimal Ke Hexadesimal
Konversi bilangan desimal ke hexadesimal merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan desimal kedalam bentuk bilangan hexadesimal, dengan cara membagi bilangan desimal dengan nilai 16 (basis). Silahkan agan simak contoh dibawah ini untuk lebih jelasnya.
Description: konversi bilangan desimal ke hexadesimal
Nilai bilangan desimal 77 = 4D (bilangan hexadesimal)
Konversi Bilangan Biner
Konversi bilangan biner merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan biner kedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan desimal, bilangan oktal atau bilangan hexadesimal).
Konversi Bilangan Biner Ke Desimal
Agan dapat mengkonversi bilangan biner ke desimal, yaitu dengan cara menggunakan bantuan tabel konversi bilangan biner ke desimal dibawah ini.
Description: tabel konversi bilangan biner ke desimal
Contoh konversi bilangan biner 1011100 ke bilangan desimal :
Description: konversi bilangan biner ke desimal
Jadi, nilai bilangan biner 1011100 = 92 (bilangan desimal)
Konversi Bilangan Biner Ke Oktal
Cara mengkonversi bilangan biner ke oktal dapat dilakukan dengan mengkonversi tiap-tiap tiga buah digit biner. Silahkan agan simak tabel konversi bilangan biner ke oktal dan contonya dibawah ini.
Description: tabel konversi bilangan biner ke oktal
Contoh konversi bilangan biner 1011100 ke bilangan oktal :
Description: konversi bilangan biner ke oktal
Jadi, nilai bilangan biner 1011100 = 134 (bilangan oktal)
Konversi Bilangan Biner Ke Hexadesimal
Cara mengkonversi bilangan biner ke hexadesimal dapat dilakukan dengan mengkonversi tiap-tiap empat buah digit biner. Silahkan agan simak tabel konversi bilangan biner ke hexadesimal dan contonya dibawah ini.
Description: tabel konversi bilangan biner ke hexadesimal
Contoh konversi bilangan biner 1011100 ke bilangan hexadesimal :
Description: konversi bilangan biner ke hexadesimal
Jadi, nilai bilangan biner 1011100 = 5C (bilangan hexadesimal)
Konversi Bilangan Oktal
Konversi bilangan oktal merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan oktal kedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan desimal, bilangan biner atau bilangan hexadesimal).
Konversi Bilangan Oktal Ke Desimal
Agan dapat melakukan konversi bilangan oktal ke desimal, yaitu dengan cara mengalikan masing-masing digit bilangan dengan position valuenya. Contoh konversi bilangan oktal 145 ke bilangan desimal :
Description: konversi bilangan oktal ke desimal
Jadi, nilai bilangan oktal 145 = 105 (bilangan desimal)
Konversi Bilangan Oktal Ke Biner
Konversi bilangan oktal ke biner dapat dilakukan dengan mengkonversi masing-masing digit oktal ke tiga digit biner. Untuk tabelnya silahkan agan lihat pada konversi biner ke oktal diatas. Contoh konversi bilangan oktal 145 ke bilangan biner :
Description: konversi bilangan oktal ke biner
Jadi, nilai bilangan oktal 145 = 001100101 (bilangan biner)
Konversi Bilangan Oktal Ke Hexadesimal
Konversi bilangan oktal ke hexadesimal yang pertama harus dilakukan adalah dengan mengkonversikan bilangan oktal terlebih dahulu ke bilangan biner, kemudian baru konversikan ke bilangan hexadesimal. Contoh konversi bilangan oktal 145 ke bilangan hexadesimal.
1.      Konversi bilangan oktal ke biner terlebih dahulu :Description: konversi bilangan oktal ke biner
2.      Kemudian konversikan bilangan biner tersebut ke bilangan hexadesimal :Description: konversi bilangan oktal ke hexadesimal
Jadi, nilai bilangan oktal 145 = 65 (bilangan hexadesimal)
Konversi Bilangan Hexadesimal
Konversi bilangan hexadesimal merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan hexadesimal kedalam bentuk bilangan lainnya (bilangan desimal, bilangan biner atau bilangan oktal).
Konversi Bilangan Hexadesimal Ke Desimal
Agan dapat melakukan konversi bilangan hexadesimal ke desimal, yaitu dengan cara mengalikan masing-masing digit bilangan dengan position valuenya. Contoh konversi bilangan hexadesimal C54 ke bilangan desimal :
Description: konversi bilangan hexadesimal ke desimal
Jadi, nilai bilangan hexadesimal C54 = 3156 (bilangan desimal)
Konversi Bilangan Hexadesimal Ke Biner
Konversi bilangan hexadesimal ke biner dapat dilakukan dengan mengkonversi masing-masing digit hexadesimal ke empat digit biner. Untuk tabelnya silahkan agan lihat pada konversi biner ke hexadesimal diatas. Contoh konversi bilangan hexadesimal C54 ke bilangan biner :
Description: konversi bilangan hexadesimal ke biner
Jadi, nilai bilangan hexadesimal C54 = 110001010100 (bilangan biner)
Konversi Bilangan Hexadesimal Ke Oktal
Konversi bilangan hexadesimal ke oktal, yang pertama harus dilakukan adalah dengan mengkonversikan bilangan hexadesimal terlebih dahulu ke bilangan biner, kemudian baru konversikan ke bilangan oktal. Contoh konversi bilangan hexadesimal C54 ke bilangan oktal.
 Description: konversi bilangan hexadesimal ke biner
1.      Konversi bilangan hexadesimal ke biner terlebih dahulu :
2.      Kemudian konversikan bilangan biner tersebut ke bilangan oktal :Description: konversi bilangan hexadesimal ke oktal

Jadi, nilai bilangan hexadesimal C54 = 6124 (bilangan oktal)