Thursday, 17 March 2016

Cinta Tanpa Ujung

Cinta Tanpa Ujung

judul: cinta tanpa ujung
karya : Risqi Nur Amin Udin
FB : Klik disini
BBM : 93C392D6
Nomer HP : 081233092608

Kali ini saya akan memposting puisi karya dari teman saya :D
Teman saya tidak tahu kalau saya memposting puisinya di blog saya :D
Semoga teman saya tidak marah karena puisinya disebar luaskan hehehe....

Siahkan dibaca puisi teman saya yang keren ini :D


cinta tanpa ujung

semua ini telah terjadi
dengan berjalannya waktu
akan berakhir didunia ini
tanpa menghentikan waktu

didunia kita saling bertemu
tak pernah kita sangka
dipertemukan oleh waktu
kita tidak menyadari semua

Biarlah dunia yang menentukan
jalannya kehidupan yang fana
sehingga kita bisa melupakan
kenangan indah di masalalunya

Berjuanglah...
ku nyakin kau pasti bisa..
menemukan cinta tanpa ada ujungnya
Untuk kita selamanya...

silahkan berikan komen dan saran anda, terimakasih :)

Monday, 14 March 2016

Bumi Cinta



Bumi Cinta



Download PDF > Klik disini


Judul : Bumi Cinta
Penulis : Habiburrahman El-Shirazy
Penerbit : Author Publishing (BASMALA)
Cetakan : Pertama, Maret 2010
Kategori : Novel/Fiksi/Sastra
Jumlah halaman : 546 halaman
ISBN : 978-979-3604-35-0


Sinopsis:
Muhammad Ayyas atau yang kerap dipanggil Ayyas ini adalah seorang mahasiswa dari Indonesia yang juga merupakan seorang santri salaf . Ia harus melakukan sebuah penelitian di negeri yang paling menjungjung tinggi seks bebas “free sex” yakni Rusia . Ia harus berjuang mempertahankan keimanan , keyakinan , dan akidahnya .

Saat itu Moskwa sedang dalam keadaan musim dingin .  Salju berterbangan dan melayang turun perlahan tidak menghalangi arus lalu lalang orang -orang di bandara Sheremetyevo . Ia dijemput oleh Devid , sahabat SMP dulu . Mereka sudah hampir sembilan tahun tidak bertemu . Setelah beberapa saat bercengkrama satu sama lain , mereka kemudian bergegas menuju apartemen yang disewakan Devid untuk Ayyas selama melakukan penelitian di Rusia beberapa bulan kedepan .

Tanpa Ayyas duga , ia dikejutkan dengan sebuah kenyataan bahwa dirinya harus satu apartemen dengan nonik-nonik Rusia yang berparas sangat cantik . Mereka adalah Yelena dan Linor . Padahal sejak kecil ia tidak biasa dengan hal seperti itu , ia lemah terhadap perempuan cantik . Ia takut imannya akan runtuh jika harus tinggal bersama mereka . Namun menurut Devid , itulah yang terbaik untuk Ayyas . Devid menjelaskan secara detail alasan mengapa Devid memilih apartemen tersebut . Setelah mendengar penjelasan Devid , Ayyas pun mengerti dan mengikuti apa kata Devid .

Sejak saat itulah perjalanan hidup Ayyas dipenuhi dengan banyak godaan . Dari mulai cara berpakaian mereka , sikap , sampai perkataan Linor yang sering sekali mengejek agama Islam . Belum lagi asisten professor yang sangat cantik , menawan dan cerdas . Bayangan wajahnya selalu ada dalam pikiran Ayyas , ia bernama Dr. Anastasia Palazzo . Ayyas merasa cobaan ini sangat berat baginya .

Setelah cukup lama Ayyas tinggal satu apartemen bersama dua orang nonik Rusia itu , Ayyas sangat terkejut karena ternyata mereka itu bukanlah orang baik-baik . Suatu hari , Ayyas memergoki Linor sedang melakukan perzinaan di ruang tamu apartemen mereka bersama seorang anggota mafia Rusia . Bahkan mafia itu sendiri terang-terangan mengajak Ayyas untuk berzina bersama mereka . Namun Ayyas meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya tanpa menghiraukan mereka . Kemudian Ayyas menyalakan laptopnya dan memutar lantunan ayat suci Al Qur’an dengan keras . Karena merasa terganggu , lelaki itu memaki Ayyas sampai timbul perkelahian antara keduanya . Tidak lama setelah itu , ia mengetahui bahwa Yelena adalah seorang pelacur kelas kakap dan merupakan seseorang yang tidak percaya akan adanya Tuhan ( atheisme ) .

Linor semakin membenci Ayyas , banyak sekali cara yang ia lakukan untuk menhancurkan keimanan seorang Ayyas . Berbagai cara ia lakukan untuk menjebak Ayyas .  Mulai dari berpakaian yang tidak wajar di depan Ayyas , masuk kamar kamar Ayyas secara diam-diam , sampai menjebak Ayyas agar menjadi tersangka peledakan bom di sebuah hotel di Rusia . Namun dari sekian banyaknya cara , tidak ada satupun cara yang berhasil meruntuhkan benteng keimanan Ayyas .

Suatu ketika , Yelena mengalami suatu kejadian yang sangat tidak manusiawi . Ia disiksa dan dibuang begitu saja oleh pelanggannya dari sebuah mobil di jalanan . Saat itu salju turum begitu lebatnya . Badan Yelena terasa hancur dan sama sekali tidak ada yang bisa ia gerakan . Saat itu Yelena sedang berada di ujung kematian . Tak ada seorang pun yang menolongnya . Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan , dan pada siapa ia harus minta tolong . Tanpa ia sadari ia mengingat Tuhan . Dalam hatinya ia memanggil nama Tuhan , ia meminta pertolongan kepada Tuhan dengan meneteskan air mata . Tubuh Yelena semakin tertimbun oleh salju . Tiba-tiba ada seorang ibu yang melihatnya , ibu-ibu itu meminta bantuan kepada orang-orang untuk menolong Yelena namun tak ada seorang pun yang mau membantunya . Tak lama kemudian ada seorang pemuda yang mau membantunya yang tak lain adalah Muhammad Ayyas yang kebetulan lewat disana . Akhirnya Yelena pun dilarikan ke rumah sakit terdekat . Dokter mengatakan jika terlambat sedikit saja , nyawa Yelena tidak akan tertolong . Yelena sangat berterimakasih kepada Ayyas karena berkat Ayyas ia dapat selamat . Namun Ayyas menegaskan pada Yelena bahwa yang menolongnya itu bukan Ayyas, tapi itu adalah keajaiban Tuhan . Sejak itulah Yelena mulai percaya akan adanya Tuhan .

Tak lama kemudian Linor harus dikejutkan dengan sebuah kenyataan tentang siapa dirinya sebenarnya . Ia adalah keturunan Palestina , bukan keturunan Yahudi asli . Ia juga hanya seorang anak angkat . Ia mengetahui semua hal itu dari Madame Ekaterina yang selama ini ia anggap sebagai ibu kandunya sendiri . Linor sangat terpukul mendengar hal itu dan seolah tak percaya . Ibunya meninggal pada saat terjadi pembantaian di Sabra dan Sathila , Palestina. Linor menyesal atas semua perbuatannya selama ini sebagai agen Zionis ia merasa sama saja ia  yang membunuh ibu kandungnya sendiri . Tak hanya itu , ternyata orang tuanya adalah pemeluk agama yang selama ini ia sebut sebagai agama primitif yakni Islam . Setelah kejadian itu Linor pun mulai mendalami dan mengkaji Islam .

Devid yang selama ini hidup bebas , ia merasakan hidupnya semakin kacau tanpa arah dan tujuan . Ia meminta Ayyas untuk menuntunnya kembali ke Jalan yang benar . Devid pun kembali mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda keislamannya . Ia bercerita kepada Ayyas , ia selama ini sudah terlalu bebas hidup dengan perempuan mana saja . Ia sangat tidak kuat jika tidak hidup bersama perempuan . Ayyas pun memberikan solusi agar Devid segera menikah . Ia sempat akan dinikahkan dengan adik seorang Ustad , namun ia merasa tidak pantas menikah dengan adik seorang Ustad yang begitu menjaga kesuciannya . Devid meminta agar Ayyas mencarikannya calon istri . Ayyas menyarankannya dengan Yelena . Tak menunggu lama , Devid pun melamar Yelena dan ternyata lamarannya pun diterima . Akhirnya Yelena mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk Islam , ksemudian melaksanakan pernikahan dengan Devid .

Setelah banyak mencari informasi tentang Islam dan mendalaminya , Linor pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam . Suatu ketika Linor bermimpi bertemu dengan ibu kandungnya . Dalam mimpinya itu , ibu kandungnya berpesan agar Linor menikah dengan seseorang yang memiliki sifat seperti Nabi Yusuf a.s. . Linor terbangun dari tidurnya . Linor bertanya-tanya mengapa ibunya berpesan seperti itu . Ia pun mencari informasi tentang Nabi Yusuf a.s. Setelah mencari cerita tentang Nabi Yusuf a.s. ia pun lansung teringat kepada sosok Muhammad Ayyas yang memiliki sifat persis seperti Nabi Yusuf a.s. . Ia pun beranggapan bahwa orang yang dimaksud oleh ibunya itu adalah Ayyas . Ia pun mencari Ayyas dengan maksud menanyakan apakah Ayyas mau menjadikannya istri . Linor berangkat menemui Ayyas dengan berpakaian muslimah . Ayyas pun sampai tidak mengenalnya . Setelah ia menerangkan bahwa ia adalah Linor , Ayyas terkejut dan sangat bersyukur karena Linor telah bertaubat . Linor pun menyampaikan maksud kedatangannya , namun Ayyas tidak langsung menjawabnya saat itu .

Ayyas tidak kunjung memberikan jawaban , Linor pun pamit dan berharap Ayyas memberikan kepastian keesokan harinya . Ketika Linor sudah keluar , Ayyas berubah pikiran. Ia menerima dan menyanggupinya untuk menjadi suami Linor . Namun Linor sudah terlalu jauh . Ayyas langsung bergegas ke jendela untuk meneriakkan bahwa ia sanggup , tapi Linor semakin jauh dan tak mungkin mendengar suaranya . Dibelakang Linor terlihat sebuah mobil hitam yang melaju ke arahnya . Ayyas melihat orang yang ada di dalam mobil itu membawa senjata api . Ayyas berteriak memperingatkan Linor . Namun terlambat , Doooorrr… tubuh Linor pun langsung jatuh saat itu juga . Ternyata orang tersebut menembak Linor . Ayyas langsung terkulai lemas tak berdaya melihat Linor yang telah jatuh berlumuran darah . Ia pun mengumpulkan segenap tenaga dan berlari menuju Linor yang sudah terkapar . Ia mengangkat Linor ke pangkuannya dan meminta bantuan untuk membawa Linor ke rumah sakit .

Tak lama kemudian ada seorang ibu yang mengendarai mobil di dekat sana , Ayyas pun meminta tolong kepada ibu tersebut untuk membawanya ke rumah sakit terdekat . Ayyas sangat menyesal mengapa ia tidak langsung menjawab permintaan Linor tadi . Dengan penuh penyesalan , Ayyas pun menangis . Isak tangis yang kalau siapa saja yang melihat dan mendengarnya pasti akan tersayat hatinya . Isakan seorang pecinta sejati , yang mencintai karena Allah dan kehilangan pun karena Allah pula .

Jika android anda tidak support file PDF silahkan download aplikasinya...
DOWNLOAD APK

Tuesday, 8 March 2016

Ketika Cinta Bertasbih 1-2




Ketika Cinta Bertasbih

Download Ketika Cinta Bertasbih 1 > Klik disini

Download Ketika Cinta Bertasbih 2 > Klik disini

Sinopsis:
Azzam adalah seorang pemuda sederhana yang memilih untuk menuntut ilmunya di Kampus Universitas Al Azhar, Kairo. Azzam dikenal sebagai sosok yang tegas dan dewasa. Dia sangat memegang teguh prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Di kalangan teman-temannya pun Azzam menjadi panutan dan sosok yang bisa diandalkan.

Setelah bapaknya meninggal, sebagai anak tertua dalam keluarganya, dialah yang menanggung kehidupan keluarganya di Solo. Oleh karena itu, selain sebagai mahasiswa, dia juga bekerja keras sebagai pembuat tempe dan bakso untuk menghidupi ibu dan adik-adik perempuannya di Indonesia serta kehidupannya sendiri di Cairo. Bahkan Azzam, rela meninggalkankuliahnya untuk sementara dan lebih berfokus untuk mencari rezeki. Meski terkadang ada rasa iri melihat teman-teman satu angkatannya yang sudah terlebih dahulu lulus, bahkan ada yang hampir menyelesaikan S2-nya tapi Azzam segera sadar kalau dia tidak sama dengan teman-temannya yang lain. Azzam lebih dikenal sebagai tukang tempe di kalangan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Al Azhar.

Azzam juga sering mendapatkan undangan dari duta besar Indonesia yang ada di Mesir untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pada acara-acara kebesaran. Jadi, selain terkenal di kalangan mahasiswa sebagai tukang tempe, Azzam juga terkenal di kalangan para duta besar.

Saat bekerja itulah Azzam mengenal sosok Eliana. Eliana adalah sosok yang sempurna secara fisik. Putri duta besar, cantik, dan salah seorang lulusan Universitas di Jerman. Akan tetapi, prinsip-prinsi keislaman yang Azzam pegang teguh membuat Azzam mampu menepis perasaannya.

Saat bekerja juga Azzam secara tidak sengaja bertemu dengan Anna Althafunnisa. Dialah perempuan yang memikat hatinya dan hendak ia lamar. Namun, status sosialnya membuat Azzam ditolak. Yang lebih mencengangkan Azzam adalah Anna justru menerima lamaran dair Furqan, sahabat Azzam sendiri yang memiliki status sosial lebih tinggi daripada Azzam.

Pernikahan Anna dan Furqan berlangsung dan mereka hidup dengan baik. Begitu juga pada Azzam, setelah Anna menikah, ibunya menyuruh agar Ia segera mencari pasangan hidup, dan Azzam pun mencari pendampingnya. Banyak wanita yang sudah dilamarnya, tapi selalu ada saja yang tidak cocok untuk dirinya, hingga suatu saat lamaran diterima seorang wanita dan hampir terjadi akad, harus terputus karena suatu kecelakaan yang menyebabkan Ibunya meninggal dan Ia lumpuh untuk beberpa waktu yang cukup lama. Next

Selama 6 bulan Anna dan Furqan dalam kehidupannya yang baik saja, dan saat itu juga hubungan mereka retak, Furqan menceritakan pada Anna bahwasanya dia sudah tidak perjaka lagi sebelum menikah dengan Anna dan dipastika terkena HIV dan karena itu juga Ia tidak pernah menyentuh Anna, sehingga akhirnya Ia terpaksa memberi kebebasan untuk Anna (cerai).

Kembalilah Anna pada orang tuanya,. Azzam yang lumpuh setelah kecelakaan itu telah sembuh seperti semula, Ia mendatangi kiai Lutfi mohon bantuan mencarikan jodoh yang tepat sesuai permintaan Ibunya dulu. Kiai Lutfi lalu menceritakan seorang wanita yang dicerai suaminya karena suatu hal dan wanita itu masih perawan, yang diharapkan kiai Lutfi sendiri agar dapat diterima Azzam. Tanpa disadari Azzam Ia menerima tawaran Kiai Lutfi, agar menerima wanita itu menjadi istrinya, Azzam sangat senang begitu tahu kalau wanita yang diceritakan itu adalah orang yang pernah dicintainya yaitu Anna Althafunnisa, begitu juga sebaliknya Anna sangat senang karena Ia juga menjadi istri dari orang yang dulu sangat diharapkannya, atau cinta pertamanya.

Setelah sebulan pernikahan Anna dengan Azzam, tiba-tiba Furqan kembali menghubungi Anna dan membawa rujukan, dan Ia menceritakan bahwa Ia tidak terkena HIV. Tapi semua sudah terjadi Anna dan Azzam sudah bahagia, dan mereka mendoakan agar Furqan menemukan pasangan hidup yang cocok untuk nya.

Tema:
Perjuangan hidup untuk mengapai kebahagiaan.
Seorang pemuda rela mengorbankan waktu belajarnya demi mencari uang untuk menghidupi keluarganya.

Tokoh:
Tokoh Utama : Khairul Azzam
Pembantu : Anna Althafunnisa , Eliana Alam , Furqan Andi Hasan
Figuran : Ayatul Husna , Muhammad Ilyas , Furqan Andi Hasan , Ibu Azzam , Kiai Lutfi , Pak Ali ,Eliana Alam , Pak Alam , Nasrul

Penokohan:
Khairul Azzam : sederhana, pekerja keras, bertanggung jawab, sholeh.
Anna Althafunnisa : lembut, sholehah, cerdas.
Furqan Andi Hasan : cerdas, bijak
Eliana : supel, hedonis, cerdas.
Kiai Lutfi : Seorang Ayah yang sangat bertanggung jawab atas perbuatannya dan dapat menjadi panutan bagi masyarakat.
Ayatul Husna : Gadis yang sangat menyayangi keluarganya dan menjadi perantara yang mempertemukan Anna dengan Azzam ketika di Indonesia

jika android anda tidak support file PDF silahkan download aplikasinya...
DOWNLOAD APK

Thursday, 3 March 2016

Holy Frigging Matrimony: A Tangled Series Shot Story



Holy Frigging Matrimony: A Tangled Series Shot Story

Download PDF > Klik disini

Judul :Holy Frigging Matrimony: A Tangled Series Shot Story
Jumplah halam : 431


Sinopsis:
Mohon maaf sebelumnya, untuk sinopsis saya tidak bisa sajikan karena ini pesenan teman saya dan saya belum pernah baca novel ini. jadi saya hanya bisa sajikan cuplikannya saja.

Bab 1

AKU DUDUK di kursi bersandaran tinggi di sudut kamar suite di hotel The Plaza, membolik-balik halaman iklan penuh dari Majalah Pengantin. Iklan bertarget perempuan itu konyol. Aku tidak peduli bagaimana “sempurna” makeup mereka terlihat dan mengaku; jika kau belum terlihat seperti model Victoria’s Secret (Merk pakaian dalam wanita), tidak ada yang ditutup-tutupi di dunia membuatmu terlihat seperti satu. Hal lain yang tidak aku mengerti—setiap orang selalu meracau tentang The Plaza, tapi kamarnya adalah dinding ke dinding dengan motif bunga—tempat tidur, pelapis, gambar-gambar berbingkai. Sepertinya itu dirancang oleh Mary si Nyonya gila, atau justru seorang nenek-nenek. Aku bergeser di kursi, mencoba mendapatkan kenyamanan, tapi kursi itu jelas dibuat untuk “dilihat” bukan “diduduki.” Aku menyerah pada majalah dan menunggu.

Menunggu apa, kau bertanya?

Menunggu Kate, tentu saja.

Dia berada di balik pintu kamar mandi yang tertutup, mungkin mandi. Dan dia belum tahu aku di sini. Ini akan menjadi kejutan. Sebuah nafsu—yang terpenuhi, belum-melihatnya-dalam-dua puluh-empat-jam-dan-aku-bisa-menunggu-untuk-berada-di dalamnya sejenis kejutan darinya.

Kau tidak tahu apa yang terjadi sekarang, kan? Nah, tunggu; kau akan segera tahu.

Saat pintu kamar mandi terbuka, dan Kate melangkah ke kamar. Dan seperti anjing yang belum melihat tuannya sepanjang hari, penis kesepianku mengangkat kepalanya saat melihatnya.

Dia memegang gelas sampanye yang penuh dengan gelembung, cairan oranye. Rambutnya dipelintir dalam simpul yang tinggi, halus, helai keriting menyapu lehernya yang basah. Dia mengenakan jubah sutra merah pendek yang meninggalkan sedikit imajinasi—dan menunjukkan alasan mengapa aku membelinya untuknya.

Aku tersenyum ketika dia melihatku. Mata cokelatnya yang memperdaya melebar. “Drew?” Dia melirik pintu. “Apa yang kau lakukan di sini? Kau tidak seharusnya berada di sini.”

“Aku tahu. Aku menyelinap ke sini. Aku masuk diam-diam.”

Dia melangkah ke arahku. “Jika Dee melihatmu, dia akan panik.”

Aku cemberut saat mendengar nama teman terbaik psikotik milik Kate disebut, yang mempunyai misi untuk mencampuri urusanku. “Usir Dee. Aku ingin melihatmu. ”

Semalam adalah malam pertama kami menghabiskan malam secara terpisah sejak Kate pindah denganku. Sekarang, kau mungkin berpikir bahwa satu malam tidak akan menjadi masalah besar—tapi kau salah. Tanyakan setiap pecandu narkoba yang sedang dipulihkan dimana malam detoks adalah hal terburuk? Ketika mereka berada dalam keadaan sangat lapar? Jam-jam awal penarikan selalu menjadi yang paling sulit.

Kate tersenyum memaafkan, tapi juga mengingatkanku, “Para pria tidak seharusnya melihat para wanita sebelum resepsi. Ini tradisi. ”

Aku berdiri dan menarik Kate dengan bergairah padaku, karena melihatnya, menghirup kulit vanilla—dan beraroma lavendernya, membuat menyentuhnya adalah suatu keharusan. “Ini adalah tradisi yang sangat bodoh. Dan itu bahkan tidak akurat—aturan yang sebenarnya adalah mempelai pria yang tidak diizinkan melihat pengantin wanita sebelum upacara. Delores membuat omong kosong ini untuk membuatku sengsara.”

Apa kau mulai mencari tahu sekarang?

Kate tertawa geli. “Karena semuanya selalu tentangmu, kan?”

“Yah … ya.”

Aku mencondong ke depan untuk mencium bibirnya, tapi dia menjauh. “Kau tidak bisa tinggal di sini.”

Aku melawannya yang menghindar dengan bergerak menuju lehernya. Aku mencium dan menghisap kulit sensitif di atas tulang selangkanya. Lezat.

Aku bergumam di sana, “Tentu saja aku bisa.”

Kate memiringkan kepalanya sambil menghela napas, memberiku lebih banyak ruang untuk merasakannya, bahkan saat ia memprotes, “Dan ketika Dee tahu kau di sini?”

“Jika Delores datang ke kamar ini, matanya akan melebar.” Aku tertawa. “Mungkin dia akan buta. Atau dia akan belajar sesuatu—Matthew yang beruntung.”

Kate melihat kebijaksanaan dari kata-kataku. Atau dia hanya sedang terangsang sepertiku. Tubuhnya relaks di depanku dan lengannya menegang di bahuku, menyerah.

Kemenangan adalah milikku.

Tanganku meluncur di bawah jubahnya, menangkupnya pelan, payudara yang cantik. Dan aku berbisik, “Katakan kau merindukanku semalam.”

Dia menarik tanganku, menginginkan lebih. “Ya.”

Aku meninggalkan jejak ringan, memberi ciuman menggelitik di dadanya dan menekuk lututku untuk mencapai targetku. Aku menggosok wajahku pada daging kemerahan di payudaranya, bernapas ringan di putingnya yang terangsang. “Katakan kau berpikir tentang aku, Kate.”

“Mmm … aku selalu berpikir tentangmu.”

Aku menghargai kata-katanya dengan menjentikkan lidahku. Aku menjilat puting cantiknya, lalu menghisapnya ke dalam mulutku. Kate memegang kepalaku erat-erat. Dan saat tanganku mengangkat pahanya …

Ada ketukan, dan sebuah suara berasal dari luar pintu kamar.

Sebuah suara yang menganggu, seperti para remaja penyembah Setan dari tahun 80-an yang mungkin terdengar ketika memainkan heavy metal records (label rekaman) mereka akhir-akhir ini.

“Kate? Hei, Katie, kau tertidur di sana?”

Delores pikir ini akan jadi ide bagus untuknya dan Kate berbagi dua kamar suite untuk semalam. Ibu mereka berbagi hal yang sama di lantai bawah.

Kate menegang dan aku menutup mataku, berdoa dia akan menyingkir.

Tapi tidak mengherankan, doaku tidak terkabul. Gagang pintu bergoncang. “Kate, buka pintunya.”

Aku mengambil satu isapan terakhir pada payudara Kate, kemudian melepasnya dengan suara ‘pop’. Dia menutup jubahnya dan menyeretku ke pintu, mendorongku ke sudut jadi aku akan tersembunyi ketika pintu terbuka. Lalu ia bernapas dalam-dalam, menyibakkan rambutnya dari wajahnya, dan membuka pintu sebatas untuk melihat Delores.

Kate mengatakan padanya, “Aku di sini. Aku hanya mandi?”

“Fotografer sedang dalam perjalanan. Cepat sarapan—dia akan sampai di sini dalam satu jam. “Delores berhenti, kemudian bertanya,” Apa kau baik-baik saja? ”

“Ya, tentu saja. Aku baik.”

Kecurigaan berenang dalam nada Dee. “Kau tampak merona. Kenapa seluruh tubuhmu merona?”

Kate selalu baik dalam hampir segala hal yang dilakukannya. Kecuali berbohong. Dia sangat buruk saat melakukannya.

Dia mengusap tangannya di wajahnya. “Aku … aku tidak tahu.”

“Apa kau masturbasi?” Dee menggoda.

Oh, demi semua malaikat dan orang-orang kudus—betapa aku berharap dia benar-benar melakukan itu.

Melihat Kate mencapai klimaks atas usahanya sendiri—di depanku—itu akan sangat bagus. Ini adalah fantasi terbesar. Tapi dia ragu-ragu, kesadaran diri. Aku mencoba untuk membuatnya nyaman dengan ide itu. Dua burung, satu batu dan semua itu.

Untuk para pria, itu adalah sebuah fenomena yang bisa membuat kami ‘berdiri’. Jadi jika kalian para wanita sedang mencari sedikit bumbu? Mencoba sedikit tipuan diri sendiri. Percayalah—para penonton akan mengemis untuk sebuah encore.

Kate mencemooh, “Tidak, Dee, aku tidak masturbasi.”

Delores masih belum yakin. “Apa kau baru melakukan phone sex (kegiatan seks yang dilakukan melalui telpon untuk melepaskan libido) dengan Goatfucker (sebutan untuk Drew)?”

Phone sex.

Itu juga berada di bagian atas ‘daftar-yang-harus-dilakukan’.

“Aku bilang berhenti memanggil Drew dengan panggilan itu,” tegur Kate.

“Aku tahu—kau benar. Aku hanya tidak bisa menahannya. Aku membayangkan wajahnya dan itu keluar dari mulutku begitu saja. ”

Sekarang Kate terdengar tidak sabar. “Oke—ya, ok? Aku sedang melakukan phone sex dengan Drew.”

“Eww! Kenapa kau mengatakannya padaku? Aku tidak ingin tahu.”

Kate mendesah. “Lalu kenapa kau bertanya? Lihatlah Dee, kau mengkhawatir dirimu sendiri sekarang, oke? Kupastikan aku akan siap saat fotografer tiba di sini. ”

Dengan marah, Delores mengatakan, “Baiklah. Ibumu hampir selesai berpakaian, jika kau memerlukan bantuan. “Kemudian ia menyarankan,” Hei—mungkin kau harus meninggalkannya menggantung (hampir klimaks)? Bola-bola Dipwad bisa menjadi sesuatu yang mesum.”

“Selamat tinggal, Delores.” Kate menutup pintu.

Setelah kami mendengar Dee menutup pintu kamarnya sendiri, Kate mengunci kami dan mendorongku. “Dia mengawasi kita. Aku harus memastikan dia benar-benar sibuk sebelum kau menyelinap keluar. Kau mungkin bisa berada di sini sementara. ”

Aku menyeringai. “Oh, tidak … kapan kita akan menghabiskan waktu?”

Kate berbalik dan berjalan menuju kursi yang terlupakan. Jubah sutra bergoyang menggoda, mengungkap sekilas bokong indahnya.

“Kau akan mengisi waktu dengan meneliti Majalah Pengantin, sementara aku berpakaian. Tidak semua dari kita bisa terlihat rapi dalam lima menit. ”

Aku mengangkat bahu. “Tujuh jika aku harus bercukur.”

“Terserah. Tidak ada waktu untuk main-main—bahkan untuk seks kilat.”

Aku berjalan ke arahnya. “A—selalu ada waktu untuk main-main. B—itu tergantung dari definisimu tentang seks kilat. Interpretasiku kebetulan tentang seberapa cepat aku bisa membuatmu meneriakkan namaku. Pengalaman masa lalu menunjukkan aku bisa melakukan itu cukup sangat cepat. ”

Untuk pertama kalinya, aku melihat pakaian renda diletakkan di atas meja rias. Tipis, bustier putih dan tali thong yang pas. Aku menunjuk mereka dengan daguku, “Tidak ada garter?”

Aku bukan penggemar lingerie, tapi jika kau ingin memakainya, garter selalu menjadi sentuhan yang bagus.

Kate menarik rambutnya bebas dari gelungan dan menggoyangkannya lepas. Helai mengkilap jatuh di sekelilingnya, membuatnya terlihat sedang berputar liar di atas ranjang dan menonjolkan keindahan mata halusnya yang gelap, hidung nakal, dan manis.

Dia menjawab, “Tidak, tidak ada garter. Kau akan paham kenapa saat kau melihat dress—” Dia berhenti, ekspresinya panik. Dia melirik ke arah tas pakaian yang tergantung di samping ranjang. “Kau tidak melihat gaunku, kan?”

Aku masih terganggu dengan rambut acak-acakan Kate. Aku membayangkan menjalankan tanganku melalui gelombang lembut itu, kemudian membungkusnya di sekitar jari-jariku untuk menariknya sementara aku terkubur jauh di dalam dirinya.

Itulah sebabnya suaraku terdengar kurang meyakinkan ketika aku menjawab, “Tidak, aku tidak melihatnya.”

Kate menunjukku dengan jarinya, seperti guru menegur siswa. “Katakan sejujurnya, Drew.”

“Apa aku? Berusia sepuluh tahun? ”

“Secara emosional? Kadang-kadang. Tapi bukan itu intinya. Apakah kau melihat gaunku? ”

Aku mencapai sekitar pinggangnya dan menekan bagian bawah kami bersama-sama. “Tidak, sayang, aku tidak melihat gaunmu.”

Kate mengendap ke pelukanku, bermain-main dengan leher t-shirt-ku saat ia menjelaskan, “Aku senang kau tidak melihatnya, karena aku ingin kau terkejut. Kau akan kehilangan pikiranmu ketika kau melihatku memakainya. Ini akan menjadi gaun favoritmu yang baru.”

Aku mencium keningnya, dan bekerja dengan caraku turun di atas pelipisnya, di pipinya. “Gaun favoritku darimu akan selalu … yang jatuh di lantai.”

Aku menggigit bibir bawahnya sementara tanganku mendorong sutra dari bahunya. “Seperti jubah ini.” Kate menurunkan tangannya, memungkinkanku untuk menggesernya benar-benar sampai di sekitar kakinya. “Ini benar-benar favoritku.”

Lalu aku menangkup rahangnya dalam satu tangan dan menciumnya penuh. Sangat. Aku menghabiskan waktu menggesekkan lidahku dengan lidahnya, yang penuh semangat bergabung denganku memberi dan menerima dengan bergairah.

Antara ciuman aku berbisik, “Kau terasa seperti sampanye.”

Dia cekikikan saat aku pindah ke bahunya, menggesek dengan gigiku dan kemudian menenangkan gigitan cinta dengan bibirku.

“Ini mimosa(jenis cocktail). Aku punya beberapa dengan sarapan dan beberapa lagi di kamar mandi.”

Aku mendorong lututnya terbuka dengan kakiku dan membelai pantatnya, sebelum menyeretnya ke pahaku. Gesekan membuatnya mengerang. Dia menarik kepalaku kembali ke bibirnya untuk ciuman mimosa rasa yang lain.

Memegangnya stabil, aku membawa tubuh kami mundur ke ranjang. Aku meluncur ke bawah kakiku dan membaringkannya di tengah lembaran kusut. Lalu aku menarik t-shirt-ku ke atas kepalaku dan mendorong celana pendekku ke lantai.

Kejantananku yang selalu antusias berdiri keras dan tebal. Kate bersandar pada sikunya, melahapku dengan matanya. Pipinya yang berwarna merah muda penuh gairah, bibirnya terbuka, dan pahanya bergesekan dalam antisipasi. Sangat menakjubkan. Dengan jilatan kebutuhan di bibirnya, tatapannya menempel di penisku sambil menungguku untuk mengambil langkah selanjutnya.

Dan aku berpikir tentang bagaimana itu akan terlihat panas ketika Kate menyentuh dirinya. Mungkin dia membutuhkan pendekatan ‘aku menunjukkan milikku, kau menunjukkan milikmu’? Aku mengambil penisku, dan mengurutnya ke atas dan ke bawah. Kate mengikuti setiap langkahku, terpesona. Setelah beberapa urutan yang lebih lambat aku berkata, “Kau tahu, aku tidak pernah benar-benar menyukai sampanye. Tapi mungkin aku baru saja minum dari gelas yang salah. Kita harus menguji teori itu.”

Aku mengambil gelas Kate dari meja samping ranjang dan duduk di sampingnya di ranjang. Dia mengulurkan tangan dan menggantikan tanganku dengan tangannya, membelaiku dengan ahli, membelai ujungnya dengan ibu jarinya.

Dan aku tidak bisa menahan untuk mengerang.

Aku mengangkat gelas di atasnya, menyentuhkan ujungnya sedikit, dan menuangkan cairan dingin di antara payudaranya. Dia terengah-engah dan tangannya mengencang di sekitarku dengan cara yang paling menakjubkan.

Lalu aku mencondong ke depan, menjilati sampanye dan menyesapinya. Sepanjang tulang dadanya, sekitar pangkal lentur dari payudara terkutuknya yang sempurna, aku menjilati setiap tetes, mencicipi sampanye—dan dia. Ini adalah kombinasi yang memabukkan.

“Mmm … bagus.”

Dan seperti yang aku suka saat merasakan tangannya pada tubuhku, aku mengambil pergelangan tangan Kate dan mengangkat kedua tangan di atas kepalanya, sehingga dia berbaring telentang. Berlutut di tempat tidur, aku membungkuk dan menggiring lebih banyak mimosa ke puncak payudaranya dan menghisapnya keras, menjentikkan lidah di puting dengan satu jentikkan—yang pertama, dari yang lain.

Dia menggeliat di tempat tidur dan mengerang, sebuah kebutuhan, suara putus asa yang memacuku.

Beberapa tetes lagi kutuangkan pada perutnya. Kate menegang refleks, tapi melemas lagi ketika mulut hangatku meluncur di kulitnya, mengikuti lelehan cairan manis.

Erangan menjadi engahan saat aku menjilat dan menghisap jalan di sekitar pusar yang menggemaskan di perutnya, lalu turun ke pahanya. Dan engahannya berubah menjadi rintihan bernada tinggi saat aku menggigit pahanya, beringsut ke tempat yang lebih tinggi.

Kate suka mendapatkan perawatan vagina dengan kreatif. Hari ini dengan polos—yang secara praktis mengarahkanku untuk menenggelamkan wajahku ke dalamnya.

Aku tidak mau membuat diriku menunggu lama.

Aku memegang gelas di atasnya dan menuangkan sisa minuman menyebar di antara pahanya. Lalu aku menutupnya dengan mulutku, menghisap dan menjilati, menjilat setiap tetes seperti pecandu alkohol yang minum untuk terakhir kalinya sebelum meracau.

Aku merasakan dengan ringan menuju rasanya, aromanya, kelembutannya, merasakan licin vaginanya melawan lidahku. Aku mengerang di atas vaginanya dan Kate berteriak dalam kesenangan duniawi yang sangat penuh dengan sukacita.

Aku membawa dua jari di klitnya dan menggosoknya, dengan lingkaran cepat. Pinggul Kate terangkat dan terdorong secara alami saat ia semakin dekat, saat lidahku mendorong masuk dan keluar.

Pahanya mengapit kepalaku dan aku memegang pinggulnya keras, mengangkatnya semakin dekat ke mulutku. Dia menegang untuk yang terakhir, panjang, erangan bergerigi lolos dari bibirnya.

Kemudian dia mengendur di tanganku. Habis dan puas.

Dan itu masih membuatku tegang. Kepuasan murni setelah membuatnya puas. Memberikan kebahagiaan untuknya. Tapi sebahagia aku yang telah membuatnya datang, keinginan hedonistikku sendiri mendorongku, membuatku seperti gemuruh kerumunan di sebuah pertandingan sepak bola perguruan tinggi.

Ayo, ayo, ayo!

Aku menaikkan lututku dan mengaitkan lenganku di bawah betis Kate, membukanya lebar. Lalu aku mengubur diriku secara penuh dalam satu dorongan kuat.

Tidak ada yang lebih baik dari ini—tidak ada yang terasa sesempurna ini di bumi. Dorongan pertama itu, ketika penisku diselimuti oleh Kate yang ketat, basah, hangat—itu terasa begitu kuat, berbatasan dengan rasa sakit.

Kepalaku mendongak karena aku menikmatinya. Lalu aku menarik pinggulku ke belakang, bergesekkan dengan cengkeraman vaginanya, dan mendorong kembali.

Menggunakan kakinya sebagai pengaruh, aku menidurinya dengan keras, tapi lambat. Ketika aku mengubur milikku hingga pangkal, menggosok panggulku pada sweet spot Kate, sampai dia pulih dari orgasme pertamanya dan mendaki menuju orgasme keduanya.

Dengan setiap gerakan dari pinggulku, Kate berteriak dalam napas yang keras.

“Ya!”

“Drew!”

“Terus!”

Kesenangan dari gelenyaran dan membangkitkannya, berkumpul di bagian bawah perutku. Dan ketika Kate melengkungkan punggungnya dan mengaitkan kakinya di sekitarku, aku mendorong untuk terakhir kalinya dan bergetar dalam dirinya saat aku mengerang dan mengutuk.

Kehabisan napas, aku ambruk di atas tubuhnya, dan dia menekan bibirnya ke mulutku yang terbuka, ciuman berat di dada. Setelah itu, aku menoleh dan terengah di lehernya.

Dengan tertawa kecil dia berkata, “Wow. Jadi kukira kau benar-benar merindukanku tadi malam, kan? ”

Aku tersenyum. “Apa aku terlihat seperti itu?”

Aku beralih ke samping dan Kate merapat padaku. Setelah detak jantungnya melambat, dia mengeluh, “Sekarang aku harus mandi lagi. Kau membuatku berkeringat.”

Aku menjalankan jariku di sepanjang rambutnya. “Aku menyukaimu saat berkeringat. Kau harus tetap seperti ini.”

Hidungnya mengerut. “Aku mencium baunya.”

Aku menekan wajahku ke lehernya dan menghirupnya dengan dramatis. “Kau beraroma keringat dan seks … dan aku. Panas. Eau de Cum (parfum beraroma seks) menendang bokong Chanel Number Five (merk parfum Prancis).”

Untuk seorang pria, ada sesuatu yang primordial tentang seorang wanita yang tercakup dalam aroma—itu adalah cara yang paling primitif untuk mempertaruhkan tagihanmu. Menunjukkan setiap pria menyebalkan yang sangat banyak dimanfaatkan oleh seorang wanita. Ini kebinatangan, pasti, tapi itu tidak membuatnya kurang membangkitkan gairah.

“Itu menjijikkan. Aku harus mandi lagi.”

Aku tertawa. “Apapun yang membuatmu bahagia.”

Plus, itu akan memberiku alasan untuk membuatnya berkeringat lagi. Alasan lain.

Setelah lima menit mematuhi tradisi, Kate mengangkat kepalanya dari bantal dada dan dia memerintah, “Kau harus segera keluar dari sini.”

Alisku mengernyit. “Menendangku keluar? Aku merasa sangat dimanfaatkan.”

Dia tertawa.

Aku berkata, “Aku melihat bagaimana hal ini berjalan. Kau hanya menginginkan tubuhku.”

Meniru nadaku sebelumnya, Kate menjawab, “Yah … ya. Meskipun pikiranmu bisa sedikit menghibur. ”

Aku memukul pantatnya dengan telapak tangan terbuka.

Tamparan

Ranjang berderit dan dia melompat keluar dari tempat tidur, di luar jangkauanku.

“Cepat pakai baju.” Pakaianku dilempar ke kepalaku setelah Kate memakai jubahnya dan ujung jari kakinya keluar pintu untuk memeriksa apakah keadaan aman.

Aku berpakaian pada saat dia kembali.

Dia mengulurkan tangannya. “Ayo, Dee ada di kamarnya. Lebih baik kau cepat pergi.”

Aku menarik tangannya sampai ia menabrakku. “Aku tidak mau pergi. Aku mau merobohkan Hotel Plaza bergengsi ini dengan memilikimu naik di atasku seperti putri duyung betina di dalam bak mandi.”

Kate menggelengkan kepalanya. “Tidak hari ini. Aku akan melihatmu dalam beberapa jam.”

Aku menghela napas. “Baik.” Aku menggosok bibirku padanya dengan cepat. “Aku akan menghitung setiap menitnya.”

Kate mencubitku, karena dia tahu aku sedang menyindir. “Aku akan melihatmu di lantai bawah.”
“Akan ada banyak orang di lantai bawah. Bagaimana aku bisa menemukanmu?”

Dia tersenyum. “Kau tidak akan bisa kehilanganku. Aku akan menjadi orang yang berjalan menyusuri lorong untukmu. Mengenakan … gaun perak.”

silahkan baca sendiri kelanjutan ceritanya dengan mendownload File PDF diatas :).
jika android anda tidak support file PDF silahkan download aplikasinya...
DOWNLOAD APK

Piano di Kotak Kaca



Piano di Kotak Kaca

Baca online  > Klik disini
Download PDF > Klik disini

Judul            : Piano di Kotak Kaca
Pengarang    : Agnes Jessica
Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal            : 384 halaman

Sinopsis:
Sejak kecil, Sheila hidup dalam lingkungan keluarga yang buruk. Ayahnya, Charles, selalu bertengkar dengan Ibunya, Mira. Tak jarang wajah Ibunya lebam- lebam karena dipukuli sang Ayah. Suatu hari, Charles ditangkap polisi karena dituduh membunuh Mira. Memang sejak dua hari yang lalu Mira menghilang. Malam hari itu juga Charles kedapatan menyeret karung yang diduga kuat berisi mayat Mira.

Karung itu hanyut. Jasad Mira tidak ditemukan. Awalnya Charles tidak mengaku, tetapi ia mengaku pada akhirnya. Sheila terpukul. Ia tidak menyangka bahwa Ayahnya adalah seorang pembunuh. Mendengar kabar itu, Haryanto, adik angkat Charles, berinisiatif untuk merawat Sheila. Sheila kemudian dibawa ke rumahnya. Awalnya Sheila ragu. Namun ia tidak enak hati menolak kebaikan hati paman angkatnya itu. Jadilah Sheila tinggal dengan keluarga barunya. Sayangnya, kedatangan Sheila tidak disambut hangat oleh keluarga Haryanto. Ratna, istri Haryanto, menjadikan Sheila sebagai pembantu. Sedangkan Reza, putra sulung Haryanto, senang menggoda Sheila. Renny, adik Reza, apalagi. Ia selalu semena- mena terhadap Sheila.

Sheila hanya bisa pasrah. Ia baru bisa keluar dari rumah Haryanto saat Renny bersikap keterlaluan padanya. Gadis itu mengambil miniatur kotak piano Sheila yang merupakan kenangan satu- satunya yang Sheila punya dari Ibunya. Tentu saja Sheila keberatan. Namun Renny tetap ngotot. Merasa tidak senang, miniatur itu ia banting ke lantai hingga pecah. Sheila menjadi kalap. Ia mengambil botol tempat air minum lalu menghantamnya ke kepala Renny tapi yang kena malah kepala Reza.
Ratna yang marah besar lalu mengirim Sheila ke sebuah sekolah berasrama di Ciloto. Di sinilah awal hidup Sheila yang baru. Namun predikat sebagai anak pembunuh membuat ia kurang diterima. Ia hanya bersahabat dengan Wenny dan Tini, teman sekamarnya. Di sini jugalah Sheila mengenal Bram, yang kemudian menjadi pelindung sekaligus cinta pertamanya.

Bram adalah penghuni rumah di belakang asrama. Pria itu sebenarnya tampan, hanya saja di wajah bagian kirinya terdapat bekas luka dan kakinya timpang. Mungkin keadaan fisik Bram ini yang menjadikan dirinya tertutup. Namun ia berhati baik. Ia yang menampung Sheila ketika gadis itu tiba- tiba datang ke rumahnya saat ia akan ditangkap karena (lagi- lagi) menghantam kepala temannya dengan balok. Jadilah Sheila tinggal dengan Bram. Tugasnya membantu pekerjaan Kakek Eman mengurus rumah. Kehadiran Sheila ternyata membuat hidup Bram lebih berwarna. Keduanya saling jatuh cinta. Namun hidup ini tidak mudah. Kenyataan yang terhampar jelas membuat mereka harus berpisah. Setelah berpisah dengan Bram, Sheila berusaha keras untuk bangkit. Berjuang untuk meraih impiannya.

jika android anda tidak support file PDF silahkan download aplikasinya...
DOWNLOAD APK

Wednesday, 2 March 2016

The Devil in Black Jeans



The Devil in Black Jeans

Download PDF > Zippyshare

Judul Buku : The Devil In Black Jeans
Penulis : aliaZalea
Halaman : 352
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis:
Jo (yang memiliki nama asli Johan Brawijaya, tetapi menolak dipanggil dengan nama aslinya) adalah seorang drummer paling ganteng se-Indonesia. Silahkan menebak sendiri kadar kegantengan Jo. Sejak ayahnya meninggal dan mewariskan tanggung jawab untuk menjaga Blu, adik tirinya, Jo harus berurusan dengan semua keperluan adiknya. Apalagi mama tirinya, Poppy (ibu Blu) harus ke Prancis untuk belajar kuliner. Alhasil mulai dari mengantar Blu sekolah, latihan vokal, sampai fitting kostum semua dikerjakan oleh Jo. Jo jadi tidak punya waktu lagi untuk kehidupan pribadinya, termasuk dengan reputasinya sebagai pencinta wanita. Omong-omong, adik tirinya itu adalah seorang penyanyi opera yang lagi naik daun dan akan melakukan konser tunggal dalam beberapa bulan ke depan. Adalah Revel, sahabatnya sekaligun pemilik manajemen MRAM tempatnya dan Blu bernaung yang mempopulerkan Blu hingga terkenal seperti sekarang. Jo kemudian memutuskan untuk mengambil seorang Personal Asistant (PA) untuk Blu.

Dara, sudah menjalani profesi sebagai PA dalam beberapa tahun, tapi baru kali ini dia akan menjadi asisten seorang artis ABG. Meskipun Panji, tunangannya, tidak menyukai pekerjaannya, Dara tetap akan melakukannya demi mengumpulkan uang untuk biaya pernikahannya. Panji tidak bisa menolak, karena mereka berdua tahu biaya pernikahan itu tidak sedikit. Ketika berhadapan dengan Blu, Dara yakin dia bisa menyukai Blu. Tetapi tidak kakaknya yang overprotective itu. Dara tidak punya pilihan, demi Blu dia harus bertoleransi dengan Jo. Di satu sisi, Dara tetap memperbolehkan Blu menikmati masa mudanya termasuk ketika Blu ingin pergi ke pesta tahun baru bersama teman-temannya. Dara dan Blu sama-sama tahu kalau Jo tidak akan mengizinkan, sehingga mereka menyusun rencana untuk melakukannya tanpa sepengetahuan Jo. Sayangnya, aksi mereka ketahuan dan menyebabkan Dara dipecat dengan tidak hormat.

Jo sangat marah dan kesal dengan Dara. Bukan saja karena aksinya dengan Blu itu, tetapi Dara benar-benar merombak hidup Jo. Selain pertengkaran, argumentasi, dan pola hidup yang harus berubah demi Blu, Jo kesal karena Dara selalu hadir dalam benaknya. Lama kelamaan, Jo mulai membutuhkan Dara. Dengan menelan harga diri dan egonya, Jo meminta Dara untuk kembali menjadi PA Blu.

Kisah Jo dan Dara tidak berjalan dengan mulus. Apalagi dari pihak Dara yang merasa yakin Panji memenuhi segala kebutuhannya untuk seorang suami, tetapi hatinya menginginkan Jo. Sahabat-sahabatnya berusaha meyakinkannya agar Dara mengejar apa yang dia inginkan agar tidak menyesali hidupnya setelah menikah nanti. Tetapi apakah Jo bisa menjadi seseorang yang dia butuhkan?

Buku kelima ini ternyata masih berhubungan dengan keempat buku sebelumnya. Sahabat-sahabat Dara adalah Adri (dari Miss Pesimis) dan Nadia (dari Crash Into You). Sementara sahabat Jo adalah Revel dan Inara (dari Celebrity Wedding). Seperti empat buku sebelumnya (dan karena ini genre-nya Metropop), kisah Jo dan Dara tidak lepas dari kehidupan kebarat-baratan. Tidak heran jika pembaca mendapati bahwa Dana sudah tidak virgin, dan Jo menganggap tidur dengan wanita adalah hal yang biasa. Hanya saja dalam buku kelima ini, semuanya itu diperhalus tanpa mengurangi esensi ceritanya

Mengenai pilihan judul, kabarnya judul pertama untuk buku ini adalah Me, You & Blu. Tetapi kemudian berubah menjadi The Devil In Black Jeans yang tentunya mengarah pada tokoh Jo dalam novel ini. Seingat saya di dalam novel ini hanya satu kali Jo digambarkan dalam pakaian hitam yang membuat Jo terkesan seksi. Lagipula deskripsi tentang ke-devil-an Jo kalah dengan betapa charming, baik, dan mempesonanya Jo. Tetapi memang judul ini mengundang rasa penasaran, apalagi dengan gambar cover yang hanya menampilkan punggung dan sedikit wajah Jo.

jika android anda tidak support file PDF silahkan download aplikasinya...
DOWNLOAD APK

Sunshine Becomes You



Sunshine Becomes You
 
Download PDF > Zippyshare

Sinopsis:
ALEX HIRANO, seorang pianis terkenal keturunan Jepang yang lebih sering dalam suasana hati buruk daripada suasana hati yang bagus. Ia sedang uring-uringan memikirkan konser yang akan diadakan seminggu lagi. Tak ada yang mampu mengubah suasana hatinya ketika ia terserang bad mood, bahkan adiknya sendiri – RAY HIRANO, seorang group B-Boy. Satu hari, Ray mengajak Alex untuk ketemu gadis yang dia cintai yaitu MIA CLARK di tempat dia mengajar dansa.

Mia Clark adalah gadis penari balet kontemporer yang berbakat. Menari adalah hidupnya. Menari adalah jiwanya. Tak ada yang mampu mengubah itu ketika kondisi tubuhnya mencegah ia mencapai cita-citanya. Saat ia putus asa dan ingin melakukan sesuatu yang bodoh, ia tidak sengaja menyebabkan tangan kiri Alex Hirano patah. Kejadian tersebut membuat Mia merasa bersalah dan ia bersedia menebus kesalahannya dengan cara apapun. Mia menawarkan diri menjadi tangan kiri Alex sampai laki-laki itu sembuh dan Alex menerimanya sebagai pengurus rumah pribadinya. Dengan berat hati Mia harus menghadapi tatapan maut yang dapat menghentikan jantungnya.

Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu -malaikat kegelapan yang membuatnya susah. Kemudian Mia Clark tertawa, dan Alex bertannya-tanya bagaimana ia bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapan. Awalnya, mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga. Kemudian Alex Hirano tersenyum, dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai-sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya. Tapi pelan-pelan rahasia yang disimpan Mia terungkap, alasan kenapa ia tidak bisa menari di atas panggung megah, alasan ia tidak boleh lelah dan alasan kenapa ia TIDAK BOLEH JATUH CINTA.

Ini kisah yang terjadi di bawah langit New York... Tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan... Tentang impian yang bertahan di antara keraguan... Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Pemeran:
Herjunot Ali sebagai Alex Hirano, seorang pianis
Boy William sebagai Ray Hirano, saudara Alex Hirano
Nabilah JKT48 sebagai Mia Clark, seorang penari balet

jika android anda tidak support file PDF silahkan download aplikasinya...
DOWNLOAD APK

Still (cewek2)


 

Still...

Baca > Klik disini
Download PDF > Zippyshare

Judul: Still...
Penulis: Esti Kinasih
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: XI, Agustus 2013
Tebal: 224 hlm
ISBN13: 9789792295726
Sinopsis:
Bima si cowok macho yang suka panjat gunung emang terkenal playboy, suka mengintimidasi, dan posesif. Kalau udah naksir cewek, dia langsung ngajak jalan. Nggak peduli tuh cewek naksir dia atau nggak. Dan tanpa bilang cinta, Bima menyatakan Fani sebagai pacarnya.

Fani menerima Bima karena terpaksa. Tapi ketika rasa tertekannya udah di puncak, dia minta putus dari Bima! Jelas Bima nggak mau ngelepas Fani, tapi Fani ngotot.
Di saat Fani bebas merdeka, Bima patah hati. Di saat Fani nemuin gebetan baru, Bima merenung. Cowok itu sok tegar, sok baik-baik aja, sok memegang prinsip pantang bilang cinta, padahal hatinya sakit.
Sebenarnya Bima nggak sepenuhnya melepas Fani. Fani juga nggak benar-benar membenci Bima. Ketika di suatu siang Bima ketemu cewek itu, Bima nggak sanggup menutupi kata hatinya.
"Aku cinta kamu, Fan. Sekarang. Mudah-mudahan sampai nanti...."

Still... adalah sekuel dari novel berjudul Cewek!!!. Sebaiknya membaca Cewek!!! terlebih dahulu sebelum membaca novel ini. Tapi kalau memang tidak punya novelnya, nggak masalah, sebab di novel Still... ini, penulis merangkum cerita Cewek!!! dalam bab prolog sepanjang 11 halaman. Namanya juga rangkuman ya, jadi jangan berharap lebih. Saya pribadi tetap merekomendasikan agar membaca buku pertama terlebih dahulu karena ceritanya seru dan menghibur.

Setelah ending buku pertama, Rei, Bima, dan Rangga masih belum menerima kekalahan mereka pada adu kebut gunung melawan pacar-pacar mereka: Langen, Fani, dan Febi. Khususnya Rei, yang sangat marah pada Langen, pacarnya, karena sejak kekalahan tim cowok, Langen membuat Rei terpaksa melakukan semua keinginan cewek itu, meskipun permintaannya terkadang konyol dan melukai harga dirinya sebagai cowok. Begitu juga dengan Bima dan Fani. Pasca adu kebut gunung, hubungan keduanya tidak menjadi lebih baik. Sejak awal Fani memang menerima Bima sebagai pacarnya karena terpaksa. Bima terkenal dengan sifatnya yang playboy dan cenderung psikopat. Bagaimana dengan Rangga dan Febi? Keduanya sih tampaknya adem ayem aja. Febi yang di buku sebelumnya sempat berubah dari kalem dan pendiam menjadi cewek yang lebih berpendirian, kini kembali menjadi dirinya yang sebelumnya.

Cerita novel ini lebih fokus ke hubungan Fani dan Bima. Bila di buku sebelumnya tokoh utamanya adalah Langen, di novel ini Fani lah yang mendapat lampu sorot. Ceritanya, Fani semakin merasa tidak nyaman dengan hubungannya bersama Bima, yang memang sejak awal diterima Fani sebagai pacar karena merasa takut. Tahu sendiri deh sifat Bima. Berani bilang tidak ke cowok itu, konsekuensinya fatal. Tapi belakangan Fani mulai gerah. Ia lebih sering menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya (Langen dan Febi), terutama setelah Langen putus dari Rei. Niat membantu Langen untuk move on dengan cara hunting cowok baru di kampus malah membuat Fani menemukan sosok yang kemungkinan besar bakal menggantikan posisi Bima sebagai pacar.

Kabar bahwa Fani ‘selingkuh mata’ dengan cowok dari fakultas lain sampai ke telinga Bima. Akibatnya cukup fatal bagi Fani, sampai-sampai melibatkan acara kejar-kejaran ala film thriller (iya, tegang banget menurut saya), bahkan lanjut ke acara penyekapan yang membuktikan bahwa Bima memang sakit jiwa. Insiden tersebut membuat Fani syok dan semakin mengindari Bima. Banyak pihak yang terlibat dalam perkara ‘menyembunyikan’ Fani dari Bima. Bima pun akhirnya menyadari kesalahannya. Ia bahkan pasrah saat Fani minta putus. Namun cerita tidak berhenti sampai di situ saja, silahkan download kelanjutanya di atas.

jika android anda tidak support file PDF silahkan download aplikasinya...
DOWNLOAD APK